Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

06 April 2019

Bob Sadino Pilih Miskin Sebelum Kaya

Bob Sadino Pilih Miskin Sebelum Kaya

Bercelana pendek jins, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Beliau menutup usia pada hari Senin, 19 Januari 2015.

Kali ini saya ingin menceritakan sekilas tentang perjalanan hidup beliau yang tentunya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua, terutama tentang sepak terjangnya sebagai salah satu entrepreneur yang berhasil.

Dulu, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100. Celana pendek memang menjadi “pakaian dinas” Om Bob – begitu dia biasa disapa- dalam setiap aktivitasnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, yang mempunyai nama asli Bambang Mustari Sadino, hampir tidak pernah melewatkan penampilan ini. Baik ketika santai, mengisi seminar entrepreneur, bahkan bertemu presiden.

Anak bungsu dari keluarga berkecukupan ini mungkin tidak akan menjadi seorang entrepreneur yang menjadi rujukan semua orang seperti sekarang jika dulu tidak memilih untuk menjadi “orang miskin”.

Sewaktu orangtuanya meninggal, Bob yang kala itu berusia 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena semua saudara kandungnya kala itu sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Di Eropa ini dia bertemu Soelami Soejoed yang kemudian menjadi istrinya.

Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan. Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya ada menjadikannya tidak lagi menarik. “Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup,” tulis Bob Sadino dalam bukunya Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila.Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan “senjata” pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki.Setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan.

Gajinya ketika itu hanya Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras.”Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati.Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa.

Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya.Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi.

Menyerah berarti sebuah kegagalan. “Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob.

Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar.

Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang.Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam.

Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarketnya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino.”Kalau saja saya terima bantuan kakak-kakak saya waktu itu, mungkin saya tidak bisa bicara seperti ini kepada Anda. Mungkin saja Kemstick tidak akan pernah ada,” ujar Bob dalam sebuah seminar.

Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori.

Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. “Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain,” jelas Bob. Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membagi dalam empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli.”Tahu” merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka bisa.

Sedangkan “bisa” ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. Sedangkan “terampil” adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara “ahli” menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat “ahli” harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.

Sumber: buku Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila, dan dari berbagai sumber.
Read More

04 April 2019

Pengertian Forex - Belajar Trading Forex Bagi Pemula Lengkap

Pengertian Forex - Belajar Trading Forex Bagi Pemula Lengkap

Mungkin untuk jaman sekarang orang lebih mengenal dengan istilah online trading forex, bagi teman teman yang masih belum mengerti apa itu bisnis trading forex? saya akan coba bantu menjelaskannya tentang belajar trading forex lengkap buat pemula, selain itu banyak juga yang bertanya masalah bisnis forex halal atau haram dan bagaimana cara memulai bisnis trading forex dengan aman, akan saya ulas semuanya disini.

Sebenarnya hadirnya forex trading telah lama ada sejak mulai diketemukannya teknik mengkonversi mata uang satu negara ke mata uang negara yang lain. Namun, lewat cara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Umpamanya yakni IMM (Internasional Money Market-didirikan th. 1972) yang dimaksud divisi segi dari CME (Chicago Mercantile Exchange-khusus menangani product perishable commodities). Contoh yang lain yakni LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dan lain-lain.

Perputaran uang yang berjalan pada pasar forex mencapai US$ 5 triliun/harinya (survey BIS –Bank for International Settlement– pada bln. Setember 2008). Jumlah ini 40 x makin besar bila di banding perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi ataupun pasar saham di semasing bursa efek negara maju manapun! Bermakna dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya demikian cair (liquid), dan kendali perdagangan tak dapat dipegang oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Gerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu juga dari mereka yang bisa mengontrol gerakan kurs valuta asing.

Mata uang yang kerap diperdagangkan yakni mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan lewat cara berpasang-pasangan (disebut pair), umpamanya EUR/GBP, CHF/JPY dan lain-lain.

Lalu dari tempat mana saya dapatkan keuntungan dari investasi ini? Lewat cara sederhananya, keuntungan dari investasi ini didapat dari nilai selisih waktu kita beli dan jual kembali mata uang negara yang terkait. Misalnya, pada bln. April Amir beli mata uang Dollar dengan nilai ubah Rp. 8500, – per Dollar beberapa US $1000. Jadi saat pembelian mata uang ini Amir mengeluarkan uang beberapa Rp. 8500, – x 1000 = Rp 8. 500. 000, – Lalu pada bln. Mei, nilai ubah Dollar menguat pada Rupiah jadi Rp. 9500, – per Dollarnya jadi keuntungan bersih yang Amir peroleh waktu dia jual kembali Dollarnya yakni sebesar : (9500-8500) x 1000 = Rp. 1. 000. 000, – Mudah dan sederhana bukan? Dan karena memang rata-rata waktu yang diperlukan untuk beli dan jual kembali mata uang yang terkait biasanya tidak semakin lebih satu bulan, jadi forex trading digolongkan sebagai investasi dengan periode saat singkat.

Mungkin saja saja akan nampak pertanyaan demikian dari Anda : “Kalau sekian apa bedanya forex trading dengan jual beli di money changer? ” Ada banyak perbedaan mencolok pada perdagangan forex dengan money changer. Kecuali pasangan yang diperdagangkan yakni mata uang asing satu dengan mata uang asing yang lain (pada money changer biasanya dipadankan dengan Rupiah), forex trading tidak melibatkan perdagangan lewat cara fisik. Dan yang lebih paling utama lagi karena tidak melibatkan perdagangan lewat cara fisik, forex trading dapat digerakkan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading).

Umpamanya jika saya kehendaki beli US$10. 000, jadi dengan sistem margin trading saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) Dollar AS yakni sama nilainya dengan US$10. 000 yang saya beli. Demikian sederhana dan karena memang tidak melibatkan perdagangan berupa fisik (investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja), jadi jaminan yang diperoleh dapat demikian kecil yaitu hanya 1% dari jumlah yang bakal dibeli.

Seperti Apa Itu Trdaing Forex

Trading Forex yaitu perdagangan mata uang dari negara yang tidak sama. Forex ini yaitu singkatan dari Foreign Exchange (Pertukaran mata uang). Satu contoh dari perdagangan forex yaitu beli Euro (mata uang Eropa), sesaat dengan cara berbarengan jual USD (mata uang Amerika), dapat disingkat EUR/USD.

Pasar Forex


Tidak sama dengan pasar tradisional. Lantaran di sini yang diperdagangkan yaitu mata uang , jadi pasarnya (tempat beberapa pedagang/pelaku pasar lakukan jual beli) dimaksud dengan pasar forex. Siapapun pelaku pasar forex ini? begitu bermacam : dapat bank (paling utama), perusahaan besar, negara, institusi, spekulan, dll.


Mengingat lingkup serta pelakunya yang global/sedunia, pasar/trading forex ini tampak jadi begitu menarik. Mengapa? Karenanya bikin pasar forex jadi pasar uang yang terbesar (4T$/Hari), serta begitu likuid (dapat jual serta beli dengan harga pasar berapapun jumlahnya). Plus, ini jadikan pasar forex buka 24 jam non stop, hingga kita dapat lakukan trading kapanpun, kita cocokkan dengan waktu senggang kita.

Tak seperti pasar tradisional, pasar forex tak mempunyai tempat fisik dengan cara spesial, nyaris sebagian besar saat ini ditangani lewat jaringan perdaganan elektronik. Jadi sistem transaksi dapat berlangsung dengan cara cepat serta dalam jumlah yang begitu besar juga. Dengan perubahan tehnologi internet (elektronik) jadi bakal begitu mempermudah untuk individu baru untuk lakukan trading forex on-line.

Maksud Trading Forex

Keadaan pasar serta harga dalam pasar forex bergerak dengan begitu dinamis, bisa beralih setiap saat dengan cepat, dalam menyikapi beberapa momen baik itu ekonomi, politik, perang, bencana, dll. Terutama untuk negara-negara dengan ekonomi maju serta kuat, sedikit saja ada info peka, jadi harga mata uangnya dapat bergerak naik turun.

Perihal ini pula yang oleh beberapa trader diliat sebagai satu peluang serta kesempatan untuk lakukan perdagangan. Jadi dengan cara simpel, maksud trading forex yaitu untuk mencapai keuntungan dari naik serta turunnya nilai ganti mata uang.

Kesempatan Trading Forex

Internet telah bikin sangat banyak revolusi dalam dunia perdagangan, termasuk begitu kuat pengaruhnya dalam dunia trading forex. Dengan internet, jadi saat ini forex dapat dikerjakan oleh siapapun. Bila dahulu cuma dapat dikerjakan oleh big player saja (bank, negara, institusi), jadi saat ini kebanyakan orang dapat trading dengan makin banyak bermunculan broker forex retail serta on-line. Anda serta saya juga dapat trading forex on-line dengan gampang serta dengan modal kecil. Bahkan juga untuk coba simulasi juga begitu gampang, yakni dengan sarana trading dengan account demo dari broker.

Kemungkinan Forex

Forex seperti pedang bermata dua. Dengan forex bisa bikin kita cepat jadi kaya, tetapi kebalikannya dengan dalam waktu relatif cepat dapat juga mengikikis habis modal kita. Tidak perduli apakah forex Anda anggap sebagai investasi atau sebagai dagang umum, yang pasti forex mempunyai aspek kemungkinan yang tinggi. Jadi mengerti benar kemungkinan dalam forex serta jangan pernah salah langkah.

Kesimpulan

  • Pasar Forex yaitu pasar paling besar serta paling liquid didunia.
  • Trading Forex dapat dikerjakan setiap saat, 24 jam satu hari, Senin s/d Jumat
  • Diawali dari pasar New Zealand & Australia jam 05. 00 – 14. 00 wib,
  • Lantas ke pasar Asia yakni Jepang, Hongkong & Singapura jam 07. 00 – 16. 00 wib
  • Lantas ke pasar Eropa yakni Jerman & Inggris jam 13. 00 – 22. 00 wib
  • Hingga ke pasar Amerika jam 20. 00 – 05. 00 (esoknya).
  • Dengan perubahan terbaru (Internet) jadi trading forex dapat dikerjakan dengan cara on-line (dimana saja) dengan pertolongan laptop ataupun gadget.
  • Forex dapat cepat bikin Anda kaya atau miskin.
  • Lantaran kemungkinan yang besar ini, Anda mesti bijak serta benar tahu forex sepenuhnya sebelumnya Anda mengambil keputusan terjun didalamnya.

Demikianlah untuk ulasan kali ini yang membahas seputar pengertian trading forex dan cara memulai trading forex bagi pemula. Dibawah ini juga update berita berita terbaru yang wajib untuk anda ketahui juga sebagai tambahan wawasan untuk anda.

Read More

31 March 2019

Cara NLP Membantu Dunia Bisnis

Cara NLP Membantu Dunia Bisnis

Cara NLP Membantu Dunia Bisnis - Kita semua tahu bahwa dalam menjalankan bisnis, ada empat variabel utama yang menentukan kesuksesan sebuah entitas bisnis dalam mencapai tujuannya:

-          Manusia
-          Sistem
-          Pemasaran
-          Modal

1. Manusia
Adakah bisnis yang tidak melibatkan manusia? Pemilik, pengelola, dan karyawan adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam internal organisasi. Mereka masing-masing menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya untuk bersama-sama dalam mendorong  roda bisnis agar tetap menggelinding ke arah tujuan organisasi. Pemasok, pelanggan, orang-orang sekitar, adalah orang-orang yang terlibat secara eksternal. Adakah bisnis yang tidak perlu pemasok? Tanpa pelanggan? Mungkinkah bisnis bisa berjalan tanpa dukungan orang-orang sekitar? Keberadaan mereka turut menentukan keberhasilan bisnis. Hubungan yang buruk terhadap mereka dapat menyebabkan nasib buruk entitas!

2. Sistem
Bagaimana produk bisa dihasilkan atau diperoleh? Bagaimana ia didistribusikan, lalu mengalirkan kas masuk bagi perusahaan? Bagaimana sumberdaya yang terbatas bisa dikelola dengan baik? Sumberdaya manusia, keuangan, alam (yang mensuplai bahan mentah, misalnya) yang semuanya tentu memiliki keterbatasan, memiliki batas umur  dan manfaat.  Tentu semuanya harus dikelola dengan baik agar mencukupi kebutuhan energi dalam menggelindingkan roda organisasi, agar memiliki nafas panjang mengantarkan entitas menuju ke seberang pengharapan semua orang yang terlibat dan berkepentingan. Semua itu adalah sistem. Sekecil apapun sebuah bisnis, sistem harus dibangun. Secara sederhana, sistem adalah mekanisme yang dijalankan oleh manusia (lagi-lagi manusia) untuk mengerahkan seluruh sumberdaya yang terbatas sehingga menghasilkan energi pembangkit tenaga penggerak roda organisasi secara efektif dan efisien.

3. Pemasaran
Produk yang dihasilkan organisasi, apapun rupanya, setinggi apapun kualitasnya, harus ada yang mau membeli. Jika sudah dibeli, itu berarti aliran kas masuk yang akan menjadi energi baru yang menggelindingkan roda organisasi. Untuk bisa sampai ke tangan pembeli, bagaimana mungkin tanpa dipasarkan? Pemasaran adalah penjamin mengalirnya energi baru bagi organisasi, menggantikan energi yang sudah terpakai untuk berproduksi. Organisasi harus mengkomunikasikan apa yang ia jual, bagaimana cara membeli, dan sebagainya, melalui pemasaran.

4. Modal
Adakah bisnis yang bebas modal? Rasanya tak ada bisnis tanpa modal. Modal bisa saja berupa uang atau bukan uang. Modal adalah sumberdaya awal  untuk dikelola agar menghasilkan produk layak jual. Sumberdaya ini harus digali secara kreatif oleh manusia untuk memperolehnya agar memadai dalam membangun dan menumbuhkan tunas-tunas bisnis yang mengakar.

Jika dikaji lebih mendalam, dari keempat variabel di atas ternyata semuanya bermuara pada manusianya. Ada multikolinearitas tinggi antara manusia terhadap sistem, pemasaran, dan modal. Jadi jika kita berbicara tentang bisnis, tidak bisa tidak, kita harus berbicara tentang manusia yang memengaruhi manusia, manusia yang memengaruhi sistem, manusia yang menentukan keberhasilan pemasaran,  manusia yang butuh modal. Manusialah yang menjadi faktor utama menggelindingnya roda bisnis.

Di sinilah esensinya mengapa NLP  punya hubungan signifikan dalam membantu dunia usaha, membantu manusia agar roda bisnisnya mampu berlari kencang bak kuda pacu.

Sedikit saya ulangi penjelasan mengenai apa itu NLP. Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara:

  1. Bagaimana kita berpikir (neuro)
  2. Bagaimana kita berkomunikasi (linguistic) dan
  3. Pola-pola dari perilaku dan emosi (programming).

NLP telah terbukti sebagai sebuah keahlian penting untuk meningkatkan efektivitas dan dampak komunikasi. NLP telah terbukti membantu para individu untuk dapat memahami lebih dalam lagi pengalaman-pengalaman manusia serta hubungan antara pikiran (mind), tubuh (body), emosi (emotion) dan tindakan (action). Dengan menggunakan bahasa pikiran (mind language), manusia akan memeroleh hasil yang diinginkannya secara konsisten. Jelas sekarang, dunia bisnis sangat membutuhkan metodologi yang dimiliki NLP ini dalam memberdayakan manusia yang memengaruhi manusia, manusia yang memengaruhi sistem, manusia yang menentukan keberhasilan pemasaran,  manusia yang butuh modal. Manusialah yang memiliki tujuan, bukan bisnis atau organisasi. Manusialah yang memiliki hasrat untuk berubah, bukan entitas. Dan manusialah yang menghadapi tantangan menuju OUTCOME yang diinginkannya.

Terciptanya NLP adalah ketika Bandler  ditantang oleh pertanyaannya sendiri, “Apakah yang  diinginkan oleh setiap orang dalam hidupnya?”. Ternyata jawabannya beragam. Ada yang ingin keluarganya lebih harmonis, ada yang ingin karirnya meningkat, ada yang ingin usahanya lebih maju, dan sebagainya. Dari setiap jawaban tersebut semuanya bermuara pada satu kata CHANGE (perubahan). Pada hakikatnya setiap orang menginginkan perubahan untuk menjadi lebih baik. Pertanyaan berikutnya adalah “Mengapa ada yang sukses dan ada yang tidak sukses dalam perubahan? “. Kemudian Bandler menemukan ada pola-pola tertentu yang berulang-ulang pada orang-orang sukses. Selanjutnya ia bertanya, “Apakah pola itu atau kesuksesan itu bisa dibentuk suatu model?”. Kemudian ia melakukan studi. Ia memodel orang-orang seperti Milton Ericson, Virginia Satir dan Fritz Perls. Lalu terciptalah NLP.

Di dunia usaha mana pun juga mulai yang paling kecil hingga meraksasa, NLP membantu manusia di  berbagai macam keahlian di bidang komunikasi, manajemen tim, manajemen sumberdaya, menghadapi berbagai situasi yang menantang dan seluruh interaksi personal baik di dalam maupun di luar organisasi.

Bagaimana NLP membantu manusia?

Mempelajari dan melatih diri dengan pendekatan NLP, membuat kita:

  1. Menciptakan dan memahami sudut pandang yang baru atau yang berbeda
  2. Lebih lugas dan terbuka dalam mengatasi situasi
  3. Menjadi sesuai (congruen) dengan diri sendiri
  4. Mampu membangun dan menjalin komunikasi (rapport) dengan orang lain
  5. Mengerti pentingnya bahasa tubuh, kecepatan serta irama dalam berkomunikasi
  6. Fokus kepada hasil yang ingin dicapai
  7. Memimpin tim, mengawasi dan mengatur orang lain
  8. Keahlian dalam menjual serta berinteraksi dengan konsumen
  9. Penjualan dan pemasaran
  10. Menganalisis kinerja, saran atau masukan serta keahlian mewawancara
  11. Manajemen waktu dan perencanaan
  12. Mampu menggunakan indra-indra secara efektif  untuk menggali informasi
  13. Keahlian dalam melakukan presentasi serta berbicara di depan publik

NLP meningkatkan keahlian seseorang  untuk menciptakan perubahan dalam hidupnya, juga membuat orang lain mampu melakukan perubahan.
Read More

30 March 2019

Apa Itu Coaching? Beberapa Definisi Coaching

Apa Itu Coaching? Beberapa Definisi Coaching

Beberapa Definisi Coaching:

  • Coaching menurut ICF (International Coach Federation) adalah “A Partnering with clients, in thoughts-provoking, an creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential”.
  • Sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (klien) (Grant, 1999)
  • Kunci pembuka potensi seseorang untuk  memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003).
  • Seni memfasilitasi kinerja, pembelajaran dan pengembangan orang lain (Downey, 2003)

Jadi Coaching secara umum dapat diartikan sebagai sebuah kerjasama dan proses kreatif yang tujuannya adalah menginspirasi, memprovokasi serta mengeksplorasi dan memberdayakan potensi personal/profesional  coachee secara terarah dan terukur, dengan teknik yang dikuasai Coach.

Beda Antara Coaching dan Kegiatan Sejenis

Saat ini di Indonesia istilah Coaching sudah banyak dibicarakan. Tetapi masih banyak yang salah paham.

Coaching bukanlah Consulting, bukan Counseling, bukan Mentoring, juga bukan Training.

Consulting lebih menekankan pada solusi (solution provider), penyelesaian masalah (problem solver) dan mereka melakukannya untuk klien (do it for you). Sehingga consulting ini lebih pada memberikan ikan daripada mengajari mengail.

Training lebih menekankan pada sharing and transfering  knowledge/skills. Seorang Trainer bertanggungjawab untuk mentransformasikan knowledge/skills tertentu kepada trainee. Tujuan  training adalah mengubah orang dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa (secara teknis) menjadi bisa.

Coaching lebih menekankan pada re-educating, mengekspolrasi dan memberdayakan sumberdaya-sumberdaya (exploring dan empowering of resources), orientasinya pada hasil (results) dengan berfokus pada proses yang terarah dan terukur. Coaching lebih pada membimbing coachee mengail ketimbang memberi ikan.


  • Seorang terapis akan menggali apa yang membuat Anda berhenti mengemudikan mobil Anda
  • Seorang konselor akan mendengarkan kegelisahan Anda tentang mobil
  • Seorang mentor Akan membagikan cara-cara mengemudikan mobil berdasarkan pengalaman pribadinya
  • Seorang konsultan akan memberikan nasehat kepada Anda bagaimana mengemudikan mobil yang baik
  • Seorang coach akan memberikan dorongan dan semangat kepada Anda untuk mengemudikan mobil 

Kategori Coaching:

  • Personnal/Life Coaching : Coaching untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, karir, pengembangan profesi,  pengembangan diri, keluarga, dan lain-lain.
  • Business Coaching adalah aktivitas coaching yang dilakukan oleh Coach dengan pemilik/pelaku bisnis dengan tujuan meningkatkan performa bisnisnya sesuai yang dikehendaki oleh klien. 
  • Executive Coaching adalah aktivitas coaching yang diperuntukkan kepada para eksekutif perusahaan. Dalam hal ini (biasanya) pemilik bisnis (business owner) hanya menjadi sponsor, yang memfasilitasi para eksekutifnya untuk dilatih (coaching) dengan tujuan peningkatan performa personal maupun organisasional. 

Penelitian Tentang Efektivitas Business Coaching dan Executive Coaching

Penelitian yang dilakukan oleh Manchester Inc.’s (Business Wire, 4 Januari 2001) yang mengambil sampel 100 eksekutif perusahaan untuk mengukur efektivitas dan peningkatan produktivitas ketika mereka menggunakan metode Coaching. Mereka diberikan Change-oriented Coaching dan Growth-oriented Coaching selama 6 hingga 12 bulan. Dan hasilnya:

1. Terdapat peningkatan produktifitas sebesar 53%

2. Peningkatan kualitas kinerja sebesar 48%

3. Peningkatan penguatan organisasi 48%

4. Pelayan pada pelanggan meningkat 39%

5. Penurunan tingkat komplain sebesar 34%

6. Peningkatan hubungan dengan pelanggan 37%

7. Mereduksi biaya sebesar 23%

8. Peningkatan keuntungan usaha sebesar 22%

9. Peningkatan hubungan kerja dengan atasan langsung ( pendapat 77% eksekutif)

10. Peningkatan hubungan kerja dengan supervisor 71%

11. Kerjasama Tim meningkat 67%

12. Kepuasan kerja meningkat 61%

13. Menurunkan konflik sebesar 52%

14. Meningkatkan komitmen organisasional sebesar 44%

Penelitian lain:

  • 93% manajer percaya bahwa coaching harus diberikan kepada semua karyawan tanpa memandang senioritas (Industrial and Commercial Training, 2002)
  • 93% manajer SDM Jerman menilai coaching sebagai metode yang berguna (PEF, 2005)
  • 99% organisasi di Inggris yang menggunakan coaching menyatakan coaching dapat memberikan keuntungan yang nyata bagi individu dan organisasi (Jarvis, 2004)

Banyak lagi penelitian lainnya yang membuktikan secara empiris tentang manfaat dan efektivitas coaching. Dari gambaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa coaching memiliki dampak yang sangat signifikan dibandingkan dengan metode lainnya dalam melakukan perubahan.  Oleh karena itu coaching adalah sebuah pilihan tepat untuk meningkatkan performa baik secara personal maupun organisasional.

BAGAIMANA COACHING DI LAKUKAN?

1. One on One Coaching.

Dalam coaching seorang coach hanya berhadapan dengan satu orang coachee.

2. Group Coaching.

Dalam coaching, seorang coach  berhadapan dengan lebih dari satu coachee.

Ada 3 proses dalam coaching : Pre-Coaching, Coaching dan Post-Coaching. Pada fase Pre-Coaching diawali dengan melakukan evaluasi atau diagnosa permasalahan sehingga coach  mendapatkan gambaran jelas pada bagian-bagian yang mana yang perlu improvement segera, serta persetujuan perjanjian coaching antara coach dengan klien. Pada fase Coaching adalah proses penggalian dan pemberdayaan potensi, sehingga klien menemukan pilihan-pilihan solusi dan mampu mengambil keputusan untuk melakukan eksekusi dari pilihan solusi tersebut. Sedangkan fase Post-Coaching adalah pengukuran atau evaluasi terhadap proses coaching yang telah dilakukan.

Coaching dilakukan secara reguler, umumnya 2 kali pada setiap bulan, setiap sesi coaching berdurasi 2-3 jam. Ketentuan coaching akan dituangkan dalam Perjanjian Program Coaching.

BERAPA LAMA IDEALNYA COACHING DILAKUKAN?

Sebenarnya tidak ada batasan waktu ideal dalam hal coaching ini. Klien bisa mengikuti program coaching sesuai kebutuhannya. Umumnya,  minimal program coaching yaitu 3 (tiga) bulan, dan sesudahnya dapat dievaluasi, klien berhak menentukan untuk berhenti  atau melanjutkan program coaching. Dalam kenyataannya, karena bagi beberapa orang, coaching adalah hal yang relatif baru, 3 (tiga) bulan pertama tersebut adalah waktu penyesuaian, namun tidak sedikit pula yang merasakan impact dari coaching secara signifikan di 3 (tiga) bulan pertama tersebut.

SKALA USAHA/BISNIS SEPERTI APA YANG LAYAK MENGIKUTI PROGRAM  BUSINESS COACHING?

Keputusan layak atau tidaknya mengikuti program coaching tidak ditentukan dari seberapa besar skala usaha/bisnisnya, tetapi lebih pada seberapa besar pencapaian yang dikehendaki dan seberapa berartinya pencapaian tersebut bagi klien. Anda tidak perlu mengikuti program coaching jika pencapaian yang Anda inginkan itu tidak cukup berarti untuk Anda wujudkan.

Alasan Business Owner yang membutuhkan program coaching, diantaranya:

  1. Ingin memecahkan masalah pencapaian  laba  yang dirasa belum optimal, bahkan menurun.
  2. Ingin memecahkan masalah-masalah  pengelolaan  keuangan.
  3. Ingin memenangkan persaingan usaha.
  4. Ingin  mengembangkan organisasi yang lebih  efektif dan efisien.
  5. Ingin meningkatkan kemampuan kepemimpinan (leadership skill) yang  lebih efektif
  6. Ingin meningkatkan kemampuan manajerial  yang lebih maju dan efektif.
  7. Ingin meningkatkan kinerja karyawan .
  8. Ingin memecahkan masalah turn-over karyawan
  9. Ingin melakukan ekspansi  usaha.
  10. Ingin melipatgandakan profit secara signifikan.
  11. Ingin melakukan perluasan pasar (ekspansi pasar).
  12. Ingin memperbesar “market share”.
  13. Ingin memiliki team work  yang solid dan efektif.
  14. Ingin membangun sistem organisasi  dan akuntansi yang tepat, sehingga  bisnis tetap terkendali meskipun tanpa keterlibatan pemilik (business owner) secara langsung.
  15. Ingin mereduksi biaya-biaya.
  16. Ingin menciptakan suasana yang kondusif dalam aktivitas pekerjaan.
  17. Ingin mengembangkan entrepreneurship mindset yang lebih kuat.

Dan lain-lain…
Read More

29 March 2019

Be an Entrepreneur !

Be an Entrepreneur !

Sebuah studi di AS meramalkan, pada tahun 2020, lebih dari 40 persen tenaga kerja produktif di AS atau sekitar 60 juta orang akan bekerja sendiri. Menurut hasil studi tersebut, kebanyakan penduduk di AS lebih memilih untuk bekerja sebagai freelancer, kontraktor, atau pengusaha. Studi itu pun menyimpulkan bahwa dalam tujuh tahun mendatang, jumlah usaha kecil di AS akan meningkat lebih dari 7 juta.

Studi itu menunjukkan bahwa sebanyak 67 persen orang Amerika selalu berpikir untuk keluar dari pekerjaaan kantoran, sebanyak 72 persen mengaku ingin memulai bisnis sendiri, dan sebanyak 84 persen merasa yakin akan lebih bersemangat dalam bekerja jika memiliki bisnis sendiri.telor_puyuh

Hasil studi tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil studi yang dilakukan oleh Intuit, 2007. Menurut studi yang mereka lakukan, banyak orang Amerika merasa bosan dengan pekerjaan kantoran. Lebih dari dua per tiga penduduk usia produktif di negeri itu berharap bisa segera resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan mereka untuk merintis bisnis sendiri.

Selain itu, orang Amerika juga memandang usaha kecil adalah trend baru cara hidup kelas menengah di negeri mereka. Mereka menilai para pemilik bisnis kecil itu ternyata lebih jujur dan beretika tinggi ketimbang para CEO perusahaan besar.

Ini menunjukkan bahwa tingginya hasrat orang Amerika menjadi entrepreneur. Memiliki bisnis sendiri sudah menjadi “American dream”. Nah, bagaimana di Indonesia? Semoga trend berwirausaha di Amerika juga menular di Indonesia, kata seorang entrepreneur muda Indonesia “lebih baik menjadi kepala semut, ketimbang menjadi ekor naga!”
Read More

Urgensi Soft Skills Dalam Pendidikan di PT

by: Akhmad Yafiz Syam *)

Pendahuluan

Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPTJP – HELTS 2003-2010) Indonesia, telah mengindikasikan bahwa paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi memerlukan pendekatan yang sama sekali baru untuk mengantisipasi isu-isu penting pendidikan (DGHE, 2003).

Dampak globalisasi menyebabkan bergesernya peran institusi pendidikan tinggi dari traditional learning institutions menjadi knowledge creators, dari random planning ke strategic planning, dan dari comparative approach ke competitive approach. Dengan perubahan paradigma ini diharapkan pendidikan tinggi mampu meningkatkan daya saing bangsa, dengan dukungan organisasi yang sehat, serta proses pembelajaran yang tepat sehingga menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi menjadi salah satu ujung tombak dalam peningkatan daya saing bangsa, karena salah satu faktor kunci persaingan global adalah aspek sumber daya manusia.

Sumber gambar: www.te.ugm.ac.id

Saat ini dunia memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kreatifitas tinggi, penuh inisiatif, dan integritas, di samping kompetensi akademis dalam rangka memenuhi tugas dan tanggungjawabnya di setiap bidang kehidupan masyarakat. Untuk memenuhi ini, pendidikan tinggi harus senantiasa mengembangkan sistem pembelajaran yang dapat menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek pasar kerja atas keahlian tertentu dan kebutuhan jangka panjang terhadap “soft skills” sebagai investasi masa depan (World Bank, 2002 dalam DGHE, 2003). Tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi hanya dari dalam kelas yang menyajikan “hard skills” yang menyajikan pengetahuan-pengetahuan faktual, tetapi juga experiential knowledge atau “soft skills” yang akan membantu mahasiswa agar familiar terhadap tekanan inovasi dan emosional selama mereka berinteraksi dengan masyarakat.

Nurudin (2004), dalam “Menggugat Pendidikan Hard Skill” mengungkapkan bahwa dunia pendidikan Indonesia dikejutkan oleh hasil penelitian dari Harvard University, Amerika Serikat. Penelitian itu mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.

Demikian pula survei yang dilakukan oleh National Association of College and Employee (NACE), USA (2002), kepada 457 orang pemimpin tentang 20 kualitas penting seorang juara. Hasilnya berturut-turut adalah kemampuan komunikasi, kejujuran/integritas, kemampuan kerjasama, kemampuan interpersonal, beretika tinggi, inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detil, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi tinggi, kreatif, humoris, dan kemampuan berwirausaha. Dalam penelitian tersebut mengindikasikan bahwa IP tinggi hanya menempati urutan ke 17. Ternyata prestasi akademis seseorang hanya sebagian kecil menunjang kesuksesannya, selebihnya didukung oleh soft skill secara dominan. Dengan demikian jelas bahwa soft skill menempati posisi strategis dalam membangun dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tengah kehidupan ini.

 Pentingnya Soft skill

Berbagai iklan lowongan kerja yang setiap hari kita temukan di berbagai media, perusahaan-perusahaan yang merekrut calon karyawannya selalu menyebutkan persyaratan berikut: mampu bekerja dalam tim, sanggup bekerja keras, memiliki integritas, jujur, bertanggung jawab, dan sebagainya, baru kemudian menyebutkan syarat-syarat akademis.

Perusahaan cenderung memilih karyawan yang memiliki soft skill unggul meskipun hard skill nya rendah. Alasan logisnya adalah bahwa mendidik dan melatih keterampilan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan dengan melatih dan mengembangkan karakter karyawan agar sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Pada tahun 2001, sebuah perguruan tinggi terkenal di Indonesia menggelar pertemuan dengan stakeholders, penyedia lapangan kerja dan pengguna lulusannya. Pada kesempatan itu pihak rektorat menyampaikan imbauan kepada para pengguna, agar dunia bisnis memberikan masukan balik kepada perguruan tinggi dan perusahaan lebih banyak lagi menggunakan lulusan perguruan tingginya. Pertemuan dengan sedikitnya 10 mitra industri itu pada akhirnya membuahkan masukan balik terhadap perguruan tinggi tersebut.

Salah satu respon datang dari perusahaan Schlumberger, salah satu perusahaan multinasional. Wakil perusahaan itu menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi tersebut kurang tekun meniti karier, sehingga rata-rata memiliki progress career yang kurang baik. Dari 75% intake 20-an tahun lalu, hanya 38% yang mencapai posisi manajer ke atas. Meski memiliki intelegensia tinggi dan prestasi akademis yang baik, namun memiliki kelemahan dalam sisi kerja keras dan dedikasi.

Para ahli manajemen percaya bila ada dua orang dengan bekal hard skill yang sama, yang akan menang dan sukses di masa depan adalah yang memiliki keunggulan soft skill. Secara hirarki, semakin tinggi posisi seseorang di dalam piramida organisasi, semakin tinggi tuntutan terhadap soft skill yang dimilikinya. Pada posisi paling bawah, seorang karyawan rendahan tidak terlalu banyak menghadapi tuntutan masalah yang berkaitan dengan soft skill. Semakin ke atas, semakin kompleks masalah yang dihadapi, semakin besar tuntutan terhadap soft skill yang dimiliki seseorang. Seseorang yang berada di posisi manajerial harus berinteraksi dengan banyak orang, mengambil banyak keputusan penting, mengendalikan bawahan, kerjasama tim, menentukan prioritas, dan sebagainya. Semakin tinggi posisi manajerial seseorang di dalam piramida organisasi, maka soft skillmenjadi semakin penting baginya. Pada posisi ini dia akan dituntut untuk berinteraksi dan mengelola berbagai keadaan dan orang dengan berbagai karakter dan kepribadian. Saat itulah soft skill nya diuji.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa pentingnya soft skill dalam rangka pengembangan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia kita. Khususnya bagi kalangan perguruan tinggi yang bertanggung jawab terhadap kualitas lulusannya, gelar yang disandang lulusan haruslah mengandung kompetensi tertentu yang sesuai dengan bidangnya. Kini institusi perguruan tinggi sudah saatnya mengembangkan makna kompetensi ke dalam definisi operasional yang lebih luas, dan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang menyajikan secara berimbang dan terpadu antara kompetensi hard skill dan soft skill.

Pakar kecerdasan emosional, Daniel Goleman (2002) menyatakan “kebanyakan program pelatihan (dan pendidikan) telah berpegang pada suatu model akademis, tetapi inilah kekeliruan terbesar dan telah menghamburkan waktu serta dana yang tak terhitung besarnya. Yang diperlukan adalah cara berpikir yang sama sekali baru tentang apa saja yang dapat membantu orang mengembangkan kecerdasan emosi mereka.”

Kompetensi Hardskill vs Softskill

Dalam dasawarsa ini, seluruh jenjang pendidikan mulai pra-sekolah (TK) hingga perguruan tinggi seakan berlomba-lomba menggali dan menyusun kurikulum pendidikan yang relevan dengan tuntutan terhadap kompetensi. Jadilah dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Hal ini nampaknya juga diikuti oleh para orang tua murid, yang juga menyusun “kurikulum”nya sendiri dalam mendidik anak-anak mereka di rumah, menyesuaikan tuntutan kompetensi. Alasannya sederhana, agar anaknya tidak nampak bodoh di sekolahnya atau khawatir mendapat sindiran negatif bahwa “buah tak jauh dari pohonnya”.

Seringkali kita mendengar pertanyaan orang tua kepada anaknya sepulang sekolah:”berapa nilai matematikamu nak?”. Jika jawabnya “ sepuluh!”, maka orang tua senangnya bukan main, diberilah anaknya sanjungan dan hadiah. Tetapi akan terjadi hal sebaliknya jika nilai matematika yang diperoleh anaknya buruk. Orang tua akan sangat kecewa dan resah jika anaknya memperoleh nilai buruk dalam pelajaran yang mengasah intelektualitasnya. Jarang sekali atau bahkan tidak pernah kita mendengar orang tua bertanya: “siapa yang kau tolong hari ini nak?” atau “apakah kau hormat pada guru dan teman-temanmu?”. Pertanyaan-pertanyaan lain yang senada, mestinya dapat memotivasi anak mengembangkan kepekaan sosialnya dan menjaga kebersihan hati nurani mereka semakin jarang terdengar, manakala orang tua memahami kata ‘persaingan’ dan ‘daya saing’ sebagai ‘adu kekuatan’ inteligensia anak.

Sebagaimana para pendidik dan orang tua murid membicarakan KBK, para praktisi manajemen SDM di perusahaan sedang ramai membicarakan pengelolaan SDM berbasis kompetensi (CBHRM).

Menurut kamus lengkap Bahasa Indonesia karangan Wojowasito dan Purwadarminta, kompetensi berarti kemampuan, kecakapan. Namun di lapangan, praktisi SDM mendefinisikan kompetensi lebih luas lagi dengan pendekatan competency based human resource management(CBHRM), yaitu meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku. Sehingga dalam arti luas, kompetensi akan terkait dengan strategi organisasi, dan dipadukan dengan soft skill, hard skill, social skill, serta mental skill sumberdaya manusianya. Hard skill mencerminkan pengetahuan dan keterampilan fisik sumberdaya manusia, soft skill menunjukkan intuisi, kepekaan; serta social skillmenunjukkan keterampilan dalam hubungan sosial; sedangkan mental skill menunjukkan ketahanan mental sumberdaya manusia. Dengan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia seperti ini, diharapkan perusahaan memiliki aset tidak berwujud yang menambah value perusahaan, memiliki daya saing tinggi dalam rangka mempertahankan eksistensi perusahaan. Karena dengan pengelolaan kompetensi karyawan yang tepat akan meningkatkan kinerja dan produktifitas perusahaan.

Sebutan hard skill secara umum berkaitan dengan sesuatu yang tampak (tangible) dan mudah diukur. Sementara soft skill lebih berkaitan dengan sesuatu yang tak tampak (intangible) dan tidak gampang diukur. Misalnya, seorang akuntan dalam menjalankan profesinya, harus menguasai teknik dan ilmu akuntansi, dan ditambah dengan penguasaan komputer atau teknologi informasi, kemampuan ini tergolong hard skill. Di samping itu, akuntan dituntut memiliki kecermatan profesional (professional care) sebagaimana disyaratkan dalam standar profesi, yang menuntut ketelatenan, kesabaran, ketelitian, kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi kerja yang relatif monoton, ketahanan terhadap stress pada saat beban kerja menumpuk, serta yang paling utama adalah kejujuran. Ditambah dengan kewajiban memenuhi kode etik profesi, kemampuan-kemampuan terakhir ini tergolong soft skill.

Jika dikaitkan dengan kecerdasan manusia, konsep tentang soft skill nampaknya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Sebagaimana diungkapkan oleh David Mc.Clelland (2002), secara umum soft skill dapat digolongkan ke dalam dua kategori: intrapersonnal skill dan interpersonnal skill . Intrapersonnal mencakup: self awareness (meliputi: self confidence, self assessment, trait and preference, emotional awareness) dan self skill (yang meliputi: improvement, self control, trust, worthiness, time management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonnal skill mencakup social awareness (meliputi: political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, emphaty) dan social skill (yang meliputi: leadership, influence, communication, conflict management, cooperation, team work, dan synergy).

Menurut Goleman (2002), kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Keterampilan-keterampilan ini, memberikan seseorang peluang yang lebih baik dalam memanfaatkan potensi intelektual apapun yang barangkali telah dimiliki. Namun demikian apabila ada dua sikap moral yang dibutuhkan pada zaman sekarang, sikap yang paling tepat adalah kendali diri dan kasih sayang.

Goleman (2002) juga berpendapat, bahwa meningkatkan kualitas EQ (emotional quotient) sangat berbeda dengan IQ (intellectual quotient). IQ umumnya tidak berubah selama kita hidup. Sementara kemampuan yang murni kognitif relatif tidak berubah (IQ), maka kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli orang itu peka atau tidak, pemalu, pemarah atau sulit bergaul dengan orang lain sekalipun, dengan motivasi dan usaha yang benar, seseorang dapat mempelajari dan menguasai kecakapan emosi tersebut. Tidak seperti IQ, kecerdasan emosi ini dapat meningkat dan terus ditingkatkan sepanjang kita hidup.

Umumnya kelemahan di aspek soft skill seseorang berupa karakter yang melekat pada dirinya yang sudah terbangun, sepanjang kehidupannya. Namun soft skill bukanlah stagnan, kemampuan ini dapat diasah dan ditingkatkan, melalui berbagai pengalaman hidup, pelatihan dan pembelajaran, serta continous improvement.

Ary Ginanjar Agustian (2001), yang menulis tentang ESQ (Emotional Spriritual Quotient) dalam buku “ Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ” yang menyatakan selain EQ dan IQ terdapat SQ (spiritual Quetient). SQ merupakan kecerdasan bathiniah yang bersumber dari suara hati, yang merupakan anugerah ilahiah, dan secara ilmiah telah dibuktikan oleh Michael Persinger (1990), V.S Ramachandran dan kawan-kawan (1997), Danah Zohar dan Ian Marshall (2000), yang menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa pusat spiritual (God-spot–titik ketuhanan) ternyata telah built-in terletak di antara jaringan syaraf dan otak manusia. Temuan ini di dukung juga oleh Wolf Singer, 1990 (dalam Ary Ginanjar, 2001), yang membuktikan adanya proses syaraf dalam otak manusia yang berkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberikan makna dari pengalaman hidup. Suatu jaringan syaraf yang secara literal ‘mengikat’ pengalaman kita bersama “untuk hidup lebih bermakna.” Di God-spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam. Dengan demikian untuk mencapai sukses seseorang harus mengasah kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), yang mengembangkan keunggulan soft skill manusia yang bersumber dari sifat-sifat ilahiah.

Pengembangan keunggulan pribadi seseorang berarti pengembangan karakter. Mengembangkan karakter menurut Stephen R. Covey (1994) dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People,” adalah dengan mengenali diri sendiri. Dan jauh sebelum para pakar berujar, Nabi Muhammad SAW telah mengatakan: “kenalilah dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu.” (Al-Hadits). Dengan mengenali dirinya, manusia otomatis akan mengenali Tuhannya yang telah melimpahkan kepadanya berbagai potensi diri. Manusia yang sadar akan hal ini akan jauh dari sifat sombong, takabur, tinggi hati, iri-dengki, putus asa, tidak percaya diri, dan berbagai ‘penyakit’ hati lainnya. Penyakit hati merupakan tanda lemahnya kemampuan soft skill seseorang. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki soft skill tinggi, juga ditandai dengan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengenali diri (self awareness) dan taqwa akan menimbulkan sikap ikhlas seseorang, sebagai sumber potensi soft skill yang luar biasa, dan dengan itu seseorang akan dapat mencapai kesuksesan abadi – dunia-akhirat (Erbe Sentanu,2008).

Demikian pula menurut Socrates: ‘kenalilah dirimu sendiri’ menunjukkan inti kecerdasan emosional, yaitu kesadaran akan perasaan diri sendiri sewaktu perasaan itu timbul. Dengan mengenal diri akan tumbuh kesadaran diri yang tinggi, yaitu merupakan modus netral yang mempertahankan refleksi diri bahkan di tengah badai emosi.

Dari beberapa pemahaman di atas, maka dapat disimpulkan, bahwa soft skill sesungguhnya menyangkut keunggulan karakter yang dimiliki seseorang yang berasal dari kesadaran yang tinggi terhadap fitrahnya (self awareness) sebagai manusia yang menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai khalifah (leadership) di muka bumi.

Pembangunan Karakter bukan Pengembangan Kepribadian

Berdasarkan uraian di atas, maka soft skill sesungguhnya dapat diukur, melalui pengukuran pengembangan etika karakter seseorang. Etika adalah prinsip-prinsip moral yang mengukur baik dan buruk, salah dan benar. Etika karakter mengajarkan bahwa ada prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan yang efektif, dan bahwa orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi jika mereka belajar dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam karakter dasar mereka.

Etika kepribadian pada dasarnya mengambil dua jalan: satu adalah teknik hubungan manusia dan masyarakat, dan satunya lagi adalah sikap mental positip. Sebagian filosofi ini diekspresikan dalam pepatah berikut: “sikap Anda menentukan ketinggian posisi Anda,” “senyum menghasilkan lebih banyak teman daripada kerutan di dahi.” Filosofi ini tidak salah. Namun demikian pendekatan kepribadian dapat manipulatif, bahkan menipu, mendorong orang menggunakan teknik-teknik untuk membuat orang lain menyukai mereka, atau berpura-pura tertarik akan hobi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari orang tersebut, atau menggunakan “penampilan kekuaasan,” atau untuk menjalani kehidupan mereka dengan intimidasi. Banyak orang yang memiliki kepribadian menarik, tetapi ternyata koruptor kelas kakap, inilah yang terjadi di Indonesia.

Menurut Covey, etika kepribadian bukanlah primer, melainkan sekunder. Sedangkan etika karakter bersumber dari kumpulan kebiasaan yang dijalankan berulang-ulang. “ kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan.” (Aristotle). Kebiasaan yang efektif menurut Steven R. Covey: sebagai titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan, dan keinginan.” Pengetahuan adalah paradigma teoretis, tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Dan keinginan adalah motivasi, keinginan untuk melakukan.

Dari ketiga aspek tersebut terbentuklah kebiasaan, yang jika dilakukan berulang akan menciptakan keunggulan karakter seseorang. Oleh karena itu karakterlah yang harus dibangun dan dikembangkan terus menerus, sementara kepribadian karena bersifat sekunder, otomatis akan mengikutinya.

Implementasi Pendidikan dan Pelatihan Soft Skill di PT

 Secara singkat, tujuan pengajaran dan pembelajaran di pendidikan tinggi pada dasarnya telah melintasi spektrum yang meluas, dari pengetahuan faktual berbasis disiplin ke berpikir kritis, dan dari perilaku moral dan etika ke kesadaran berkewarganegaraan, dan inilah tujuan esensial dari pembelajaran di perguruan tinggi, sebagaimana diidentifikasi oleh Carnegie Foundation berikut.

Tujuan pendidikan tinggi menurut Carnegie Foundation (dalam Forest, Teaching and Learning in Higher Education, 1996):

  • menjamin bahwa mahasiswa tertarik dan termotivasi.
  • membantu mereka memperoleh pengetahuan dan mengembangkan pemahaman.
  • memungkinkan mereka menunjukkan pengetahuan dan pemahaman melalui prestasi dan tindakan,
  • mendorong mereka terlibat dalam refleksi kritis pada dunia dan tempat dimana mereka berada,
  • mengembangkan kemampuan mereka untuk mengendalikan keterbatasan dan kompleksitas dunia dalam memformulasi pertimbangan dan mendesain tindakan, dan
  • membantu mengembangkan komitmen jangka panjang untuk pengujian kritis dan pengembangan diri.

Menurut penelitian J.F Forest yang dipublikasikan dalam buku International Handbook of Higher Education (2006), fenomena pengembangan metode pembelajaran soft skill di perguruan tinggi telah lama dibicarakan, tidak saja muncul di AS dan Eropa Barat, tetapi juga seperti di Hongkong dan China, yang memunculkan konsep pembelajaran pelayanan (service learning), yang mengaitkan pelajaran disiplin dan pelayanan masyarakat melalui refleksi terstruktur. Service Learning dipandang sebagai sebuah metode pengajaran oleh banyak anggota staf pengajar dan instruktur yang percaya bahwa dengan integrasi antara pelayanan dan pengajaran akademis, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih lengkap terhadap materi perkuliahan (McGovern,2002 dalam Forest, 2006). Para praktisi service learning berusaha keras mendorong pengembangan mahasiswa sebagai warga negara yang aktif dan baik dengan menanamkan pada diri mereka suatu etika pelayanan. Sistem pembelajaran service learning ini mewajibkan mahasiswa mengikuti kegiatan pelayanan sosial dan publik, untuk mengasah kepekaan sosial, meningkatkan kesadaran diri, serta kewarganegaraan.

Di Indonesia pada umumnya menempatkan pendidikan dan pelatihan soft skill melalui kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan dan ekstra kurikuler. Sedikit sekali tersaji dalam kurikulum wajib yang ditempuh mahasiswa. Akibatnya, hanya mahasiswa yang tergolong aktivis kampus yang mendapat porsi lebih banyak dalam melatih karakternya. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang tidak memiliki kesukaan berorganisasi? Bagaimana pula dengan perkuliahan ”kelas jauh” yang sekarang masih marak dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi?

Kemampuan soft skill seseorang bisa diasah dan ditingkatkan. Pengembangan soft skill dapat dilakukan dengan cara: pertama, dikembangkan sendiri melalui proses learning by doing, namun memerlukan waktu yang sangat panjang, sehingga kurang efektif. Cara kedua, yang paling umum dan sekarang ini telah menjamur adalah mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar yang ditawarkan oleh banyak lembaga. Soft skill training bisa dikaitkan sebagai pelatihan yang berorientasi pada pembangunan karakter, perubahan sikap, kepemimpinan, serta istilah lain yang mungkin masih ada namun pada intinya tidak jauh berbeda. Pelatihan-pelatihan tersebut sebagian besar sasarannya dikaitkan dengan program pengembangan SDM yang dibentuk sendiri maupun kerjasama oleh perusahaan-perusahaan kepada para eksekutif dan karyawannya.

Cara ketiga, adalah pelatihan dan pembelajaran di perguruan tinggi, dan menjadi urgen karena perguruan tinggi mengemban amanat accountabilty. Pendidikan dan pelatihan soft skill di perguruan tinggi dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan: kurikulum, ekstra-kurikulum, dan penciptaan atmosfer akademik. Ketiga pendekatan ini merupakan basic character bagi filosofi the Real Campus dalam pendidikan tinggi. Karena jika perguruan tinggi hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, tidak ubahnya seperti lembaga kursus.

Pendekatan Kurikulum

Kurikulum merupakan salah satu bentuk implementasi otonomi perguruan tinggi. Sehingga dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perubahan lingkungan. Pendekatan kurikulum akan sangat efektif jika didukung oleh sistem dan metode pembelajaran yang tepat serta sarana yang memadai. Terdapat beberapa alternatif dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan soft skill yang terintegrasi dalam kurikulum berikut:

  • Memasukkan materi soft skill sebagai bagian integral dengan berbagai materi lain yang tersaji dalam kurikulum.
  • Menyajikan mata kuliah Pembangunan Karakter (character building) di semester I hingga IV, secara wajib tempuh dengan non sks.
  • Mengintegrasikan evaluasi soft skill mahasiswa dengan sistem evaluasi belajar dalam fortofolio mahasiswa. Evaluasi belajar melalui portofolio ini akan dapat memberikan gambaran menyeluruh kompetensi yang dimiliki mahasiswa untuk menentukan kelayakan kesarjanaan yang akan diperoleh.

Pendekatan Ekstra Kurikulum

Melalui pendekatan ini, soft skill mahasiswa diasah dalam berbagai bentuk kegiatan terpadu di unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan yang ada. Beberapa perguruan tinggi melaksanakan pendekatan ini dengan mewajibkan mahasiswa agar aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler di sepanjang masa studinya. Di akhir masa studinya, sebelum menempuh ujian skripsi, mahasiswa menyerahkan evaluasi diri yang dibuatnya di bawah pengawasan pembimbing akademik. Hasil evaluasi diri yang telah memenuhi syarat, menjadi prasyarat ujian skripsi.

Atmosfer Akademik

Pendekatan ini bukan merupakan alternatif dari beberapa pendekatan sebelumnya. Tetapi justeru menjadi pendukung atas pendekatan lain yang digunakan. Di sini merupakan ujian bagi efektifas fungsi organisasi perguruan tinggi untuk menciptakan atmosfer yang tepat bagi pengembangan soft skill dan hard skill mahasiswa. Atmosfer akademik menjadi ladang pengalaman belajar yang baik bagi mahasiswa, dengan melihat, merasakan, dan membuktikan langsung praktek-praktek baik (best practise) ketika berinteraksi dengan sesama mahasiswa, karyawan, dosen, serta para pemimpin institusi. Oleh karena itu pada institusi yang atmosfer akademiknya buruk, akan memberikan contoh soft skill yang buruk bagi mahasiswa. Sikap dan perilaku pengajar, karyawan, para pemimpin dalam aktivitas kampus sehari-hari dilihat langsung oleh mahasiswa sebagai contoh konkrit, dan jelas akan memengaruhi kualitas learning by doing mereka.

Penutup

Pendidikan tinggi menjadi salah satu ujung tombak dalam rangka penciptaan daya saing bangsa melalui produk-produknya. Diantaranya adalah kualitas sumber daya yang dihasilkan dari proses pembelajaran yang diselenggarakan pada pendidikan tinggi. Dunia memerlukan sarjana-sarjana yang mampu memenuhi tugas dan tanggungjawabnya berdasarkan kreatifitas dan inisiatif, di samping kompetensi akademis. Untuk memenuhi ini, perguruan tinggi harus mengembangkan sistem pembelajaran yang dapat menyeimbangkan soft skills dan hard skill. Tuntutan tersebut dapat dipenuhi melalui pendekatan kurikulum, ekstra kurikulum, dan penciptaan atmosfer akademik yang kondusif bagi pengembangan karakter mahasiswa.

Tujuan pengajaran dan pembelajaran pada pendidikan tinggi telah melintasi spektrum yang meluas, dari pengetahuan faktual berbasis disiplin ilmu ke berpikir kritis, dan dari perilaku moral dan etika ke kesadaran berkewarganegaraan, dan inilah tujuan esensial dari pembelajaran di pendidikan tinggi. Dengan kata lain, mahasiswa harus mendapatkan soft skill di kampus, baik melalui pembelajaran tersendiri maupun secara terintegrasi dengan mata kuliah lainnya, serta interaksi dalam kehidupan kampus yang sesungguhnya (the Real Campus).

Referensi

Ary Ginanjar Agustian, 2001, ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, Penerbit Arga, Jakarta.

Burton R. Clark, 2001, Creating Entrepreneurial Universities:Organizational Pathways of Transformation, IAU Press, Netherdlands.

Daniel Goleman, 2002, Emotional Intelligence, terjemah: T. Hermaya, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Dewi Irma, 2007, dalam “Lulusan PT Butuh Soft Skill,”www. Pikiran_rakyat.com, edisi Juni 2007.

DGHE, 2003. Higher Education Long Term Strategy (KPPTJP – HELTS 2003-2010), www.diknas.co.id

Erbe Sentanu, 2008, Quantum Ikhlas: Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

James J.F. Forest and Philip G. Altbach, International Handbook of Higher Education: Global Themes and Contemporary Challenges.Springer, Netherlands.

Michael Shattock, 2003, Managing Successful University, McGraw-Hill, NY.

Nurudin, 2004, dalam “Menggugat Pendidikan Hard Skill,” www. Pikiran_rakyat.com, edisi Juni 2007.

Stephen R. Covey, 1994, The Seven Habits of Highly Effective People, terjemah: Budijanto, Bina Rupa Aksara, Jakarta.
Read More

28 March 2019

Cara Selamat Dunia Akhirat Dalam Berwirausaha

Cara Berwirausaha

By: Yafiz

Beberapa waktu  lalu, saya diminta menjadi salah satu pembicara dalam sebuah seminar bertajuk “Motivasi Wirausaha” di sebuah kota Kabupaten. Seminar yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan tambang besar ternama di Kalsel ini, mengundang tiga orang pembicara dengan peserta seluruhnya UKM binaan perusahaan ini, dalam rangka CSR nya.

Untuk mengawali presentasi saya, saya membuka dengan sebuah pertanyaan sederhana berikut: jika sekarang ini Bapak/Ibu sekalian sudah berhasil memiliki penghasilan cukup, bahkan berlebih untuk membiaya kehidupan sehari-hari, telah memiliki rumah, mobil, biaya pendidikan anak-anak tidak ada persoalan, pokoknya sudah nyamanlah hidup Bapak/Ibu, lalu sekarang ini tiba-tiba mendapat hadiah uang bersih sebesar Rp. 50 juta rupiah, apa yang akan Anda lakukan dengan uang itu? Jawablah dengan memilih satu di antara jawaban berikut:

*Ditabung
*Naik Haji
*Menambah Modal Usaha.

Dari sekitar 50 orang peserta, terdapat jawaban beragam berikut. Yang menjawab no 1 yaitu: ditabung, sebanyak 11 orang. Yang menjawab no.2: naik haji, sekitar 20 orang, dan yang menjawab no. 3: menambah modal usaha: 3 orang! Selebihnya, tidak menjawab.

Lalu untuk feedback dari jawaban tersebut, saya jelaskan begini: di ruang ini yang selamat dunianya ada 11 orang, yang selamat akhiratnya ada 20 orang, dan hanya 3 orang yang selamat dunia dan akhiratnya. Selebihnya tidak jelas nasibnya. Peserta tertawa berderai mendengar itu. …………..

Kemudian saya jelaskan bahwa semua tidak salah, karena itu adalah pilihan masing-masing. Dan hidup ini memang pilihan. Hanya saja setiap pilihan kita selalu ada konsekuensinya dan berujung pada tindaklanjut untuk setiap konsekuensi dan keadaannya. Setiap jawaban juga dapat menggambarkan cara berpikir seseorang, karakternya, bahkan nasibnya. Bukankah dari pikiran akan berbuah tindakan, tindakan akan berbuah kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter, dan karakter  akan berbuah nasib?

Bagi orang yang sudah cukup pemenuhan kebutuhan hidupnya,  atau dengan kata lain mapan secara ekonomi, bukanlah hal aneh bila kemudian ketika mendapat uang kaget yang besar, ia akan memilih menabungkan saja uang itu. Untuk berjaga-jaga, karena masa depan kan tidak pasti, bahkan penuh risiko kegagalan? Berbeda dengan orang yang berani mengambil risiko, biasa dengan ketidakpastian, ia akan mencari alternatif pilihan selain menabung. Pilihan naik haji, adalah alternatif yang sangat menarik bagi setiap muslim yang sudah mapan hidupnya. Karena ini akan menjadi ‘sangu’ yang sangat besar untuk keamanan di akhirat kelak, di samping itu bukankah naik haji merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu? Di depan Ka’bah ia bisa merasa sangat dekat dengan Sang Maha Pencipta, Maha Pengampun, dan Maha Pemurah. Disanalah ia akan memohon ampunan atas segala dosanya yang telah lalu, memohon dikabulkannya hajat, termasuk rejeki. Dan berdoa di tanah suci, yakin akan dikabulkan segala permohonannya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, banyak orang yang naik hajinya sampai berkali-kali, karena ia mampu.

Bagaimana dengan alternatif pilihan ketiga? Bagi seseorang yang sudah merasa cukup  pemenuhan kebutuhan duniawinya, dia akan mencoba mencukupi kebutuhan untuk akhiratnya. Itu adalah rumus sederhana dan sangat umum. Tetapi kenapa kita tidak memilih melakukan sesuatu yang memenuhi kebutuhan dunia dan sekaligus kebutuhan akhirat dalam satu waktu yang sama? Pilihan berwirausaha merupakan salah satu yang paling pas untuk ini. Mengapa? Dengan berwirausaha Anda akan memiliki usaha yang akan mempekerjakan orang lain sebagai karyawan, membuka kesempatan kerja, menambahkan peluang baru bagi para suplier atau produsen langganan Anda, peluang berputarnya roda ekonomi di lingkungan Anda, menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan di lingkungan Anda berusaha. Coba Anda hitung berapa orang yang akan mendapat berkah dari usaha Anda? Dapatkah Anda bayangkan betapa banyak orang bersyukur dan berterima kasih atas usaha yang Anda jalankan, mereka akan membalasnya dengan mendoakan Anda dan keluarga. Pemerintahpun akan berterima kasih, karena Anda telah membantu memecahkan masalah-masalah sosial di lingkungan Anda. Dan Allah SWT tersenyum melihat tindakan Anda. Dengan menambah modal usaha, usaha Anda akan semakin besar, semakin berganda hasilnya, semakin banyak Anda berperan untuk kepentingan orang banyak. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Seorang wirausaha sejati tidak mengejar kekayaan. Dia getol memperbesar usaha, mencari peluang-peluang baru, karena orientasinya adalah pertumbuhan. Tetapi semakin tumbuh usahanya, semakin besar penghasilannya. Jadi kekayaan bukanlah tujuan, tetapi akibat dari pertumbuhan usaha tadi.  Semakin mampu Anda, kelak, semakin banyak peluang Anda naik haji berkali-kali, bahkan mungkin mengajak orang lain sekalian.

Jadi, usaha Anda adalah sebuah proses ibadah yang luar biasa bermanfaat bagi orang lain. Jika, tentu saja usaha itu dijalankan dengan benar dan tidak melanggar syariat agama. Bukankah ini memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat Anda?

Bagaimana pendapat Anda?
Read More

27 March 2019

5 Cara Untuk Menjadi Lebih Produktif

5 Cara Untuk Menjadi Lebih Produktif

Menjadi lebih produktif di tempat kerja dapat membuahkan hasil yang fantastis. Promosi, pengakuan, atau hanya sekedar mendapatkan lebih banyak hal yang dapat dilakukan di tempat kerja agar tak lagi lembur di rumah,  semua tentu sangat bermanfaat ketika produktivitas meningkat di tempat kerja. Apakah Anda seorang karyawan, atau memiliki bisnis sendiri, atau mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsinya, tingkat produktivitas secara langsung berhubungan dengan tingkat keberhasilan Anda dalam kebanyakan situasi.

Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda menjadi lebih produktif saat bekerja:

1. Buatlah Daftar Prioritas – Make A To Do List

Manusia sangat mudah untuk lupa atau terjebak melakukan hal-hal tidak penting. Hal ini dapat dengan mudah dihindari dengan memiliki daftar prioritas. Ini hanyalah sebuah daftar yang dibuat atau diubah setiap pagi ketika kita memulai hari.  Buatlah sederhana saja, walaupun seperti coretan-coretan biasa. Membuat daftar seperti ini, dengan urutan berdasarkan item yang  diprioritaskan, akan membantu Anda tetap di jalur produktivitas dan menghindari upaya untuk multitask atau hanya sekadar melakukan pekerjaan-pekerjaan tak berarti. Meskipun mungkin merasa seperti membuang-buang waktu lima menit Anda untuk membuat daftar seperti itu, tetapi yakinlah ini akan menjadi lima menit terbaik yang dihabiskan setiap pagi hari.

2. Jadikan Sebuah Ritme – Get In A Rhythm

Jika ada tugas-tugas harian yang harus dicapai, maka akan membantu untuk mendapatkan pola yang sama setiap hari. Para pakar manajemen waktu mengatakan 10.000 jam membuat Anda menjadi seorang ahli dalam suatu bidang, dan ini berlaku dalam contoh ini. Pengulangan melahirkan efisiensi yang pada gilirannya melahirkan produktivitas. Ini sederhana itu. Jika proses ini diikuti, hari demi hari, pada akhirnya akan menjadi tugas yang sangat efisien dan cepat.

3. Estimasikan Waktu Penyelesaian Terbaik – Estimate Time To Accomplish Tasks

Jika ada 20 hal di dalam daftar prioritas Anda, dan 10 diantaranya dapat dilakukan masing-masing dalam 2 menit, maka akan menghabiskan 20 menit. Jika ada item yang penting, tetapi akan mengambil semua waktu Anda, mungkin lebih baik menundanya  dan melakukannya nanti ketika dapat  fokus tertuju hanya pada tugas itu. Bahkan jika ada sesuatu yang paling penting tidak secara otomatis meletakkannya di bagian atas daftar; banyak faktor yang masuk ke prioritas tersebut. Kadang-kadang menyelesaikan 10 hal lebih kecil tugas yang kurang penting dapat menjadi lebih penting daripada menyelesaiakan satu hal  besar tetapi menggunaan  seluruh waktu. Ingat: produktivitas adalah mengambil keuntungan maksimum dari waktu. Itu adalah kuncinya.

4. Ambil Waktu Istirahat Anda – Take Breaks!

Ini sering menjadi  langkah yang tampak kurang berguna dalam upaya untuk menjadi lebih produktif. Karena otak dianggap dapat berfungsi begitu lama tanpa perlu istirahat. Padahal, bagaimanapun juga otak yang sudah bekerja keras perlu istirahat, agar setelahnya segar kembali. Ada yang menyarankan teknik 20 menit konsentrasi penuh dan kerja diikuti oleh 5 menit istirahat. Atau dengan durasi istirahat yang lebih pendek, namun mungkin sulit jika bekerja dalam suasana kantor. Spasi untuk satu atau dua menit dan tidak memikirkan apa-apa, atau tentang sesuatu yang menyenangkan, dapat membantu memulihkan otak Anda kembali ke ‘zona’ cerdas.

5. Hindari Multitasking

Multitasking tidak membuat baik penggunaan waktu. Ada penelitian yang menyebutkan  99,9% multitasking tidak efisien, dan benar-benar menghambat tujuan keseluruhan produktivitas. Menetapkan  satu tugas pada satu waktu dan fokus 100% pada tugas itu adalah cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu. Pengecualian mungkin jika ada down-time dalam tugas. Katakanlah, misalnya, internet Anda benar-benar ‘lelet’ dan menjalankan laporan tertentu membutuhkan waktu lebih dari 3 menit. Kita menjadi tidak bijak untuk duduk di sana menunggu selama 3 menit (kecuali jika digunakan untuk istirahat). Jadi mungkin menyelesaikan tugas kecil atau bagian dari tugas lain lebih bijak dalam situasi ini, ketimbang menunggu. Lanjutkan dengan hati-hati; multitasking adalah masalah waktu yang sangat besar menyedot banyak kasus.

Produktivitas dipandang secara berbeda dalam budaya yang berbeda, namun dalam produktivitas orang Amerika adalah raja. Perusahaan melakukan segala macam penelitian dan menghabiskan jutaan dolar setiap tahun untuk menemukan cara menjadi lebih produktif. Orang Indonesia tidak harus meniru orang Amerika, tetapi harus berusaha lebih produktif!

Manajemen program, pelatihan kepemimpinan, dan kursus kilat lainnya yang ditawarkan dirancang untuk melakukan satu hal: bahwa orang-orang yang belajar untuk memaksimalkan produksi umumnya adalah orang-orang yang memenangkan permainan.

Read More

Bagaimana Cara Memulai Suatu Presentasi

Bagaimana Cara Memulai Suatu Presentasi

Mungkin Anda bukan salah satu dari banyak  orang yang masih bingung, bagaimana cara memulai atau membuka sebuah presentasi yang menarik, sehingga audiens betah menyimak presentasi Anda hingga di menit terakhir. Tetapi Anda mungkin punya pertanyaan, bagaimana menyampaikan presentasi yang memukau audiens, sehingga isi presentasi Anda mudah dipahami, diterima, dan berkesan mendalam bagi audiens?

Hal ini memang tidak gampang, mengingat ada asumsi umum bahwa di tiga detik pertama presentasi Anda sangat menentukan keberhasilan presentasi Anda selanjutnya. Ini menggambarkan, jika di awal saja sudah terseok-seok, maka selanjutnya mungkin akan membuat presenter termehek-mehek di akhirnya J.  Oleh karena itu, jika Anda ingin enjoy di akhirnya, simak tips-tips berikut ini.

Jika kita lakukan belah ‘duren’  terhadap sebuah pola presentasi, maka kita akan dapatkan sebuah model sederhana yang merupakan urutan, yaitu: pendahuluan (Introductory), batang tubuh (body), dan penutup (conclusion). Salah satu bagian yang paling penting dari presentasi adalah pendahuluan, karena ia ada depan yang akan menentukan bagaimana bagian belakangnya.  Introductory hendaknya berfungsi sebagai attention-getter, menciptakan ketertarikan, memotivasi audiens untuk mendengarkan, membangun kredibilitas Anda, dan merupakan  preview dari poin utama Anda yang akan disampaikan dalam presentasi. Meskipun ada berbagai cara untuk mencapai tujuan tersebut, pola berikut telah terbukti efektif dan dapat berfungsi sebagai panduan.

Bagaimana Cara Membuat Pendahuluan  Yang  Efektif

1. Menarik Perhatian Audiens Anda

Hindari mengatakan “Hari ini, saya akan berbicara tentang. . . ” Atau ” Topik saya adalah…. . ., “.  Itu kuno dan membosankan, karena sudah terlalu datar dan kering, sehingga tidak menarik.

Mulailah dengan salah satu pembuka berikut:

  • Sebuah pertanyaan retoris (tidak ada jawaban yang diharapkan)
  • Sebuah pertanyaan partisipatif (menunggu jawaban dari audiens atau mengacungkan tangan)
  • Penjelasan yang mencerahkan
  • Sebuah kutipan (dari orang terkenal atau dari karya sastra atau musik)
  • Sebuah bantuan audiovisual
  • Sebuah cerita menegangkan
  • Sebuah lelucon atau anekdot lucu
  • Sebuah referensi untuk acara saat ini
  • Statistik Mengejutkan
  • Atau sebuah cerita metafora yang mencerahkan.

2. Memotivasi Audiens Anda

Jawablah pertanyaan ini “Mengapa audiens perlu mendengarkan topik ini?”. Jawaban ini akan mengarahkan Anda untuk membutiri beberapa poin yang memotivasi audiens untuk  fokus topik yang akan disampaikan.

Tekankan pada bagaimana topik berkaitan dengan audiens Anda, mengapa itu penting dan  relevan untuk kesuksesan mereka.

3. Membangun Kredibilitas Anda

Untuk menjawab “Mengapa audiens mau mendengarkan Anda?”

Katakan pada  audiens apa yang membuat Anda berpengetahuan tentang topik/subjek ini. Anda bisa membuat daftar kelas yang telah Anda ambil, pelatihan profesional, proyek penelitian, atau pengalaman pribadi yang membuat Anda seorang pembicara yang kredibel.

4. Preview  Poin Utama Anda

Ini mengantarkan audiens untuk meninjau daftar poin utama Anda,  sekilas sebelum Anda pindah ke  batang tubuh presentasi Anda. Mungkin tampak seperti berlebihan untuk Anda; Namun, untuk audiens Anda, preview ini memberikan panduan yang sangat berharga yang membantu mereka fokus pada setiap poin dengan lebih mudah dan mengikuti alur pikir sepanjang presentasi Anda.

Nah, begitulah tips dari saya. Semoga sukses dan lancar presentasinya!

Read More

26 March 2019

Cari Duit Gaya Kekinian: Menjadi Freelancer

Cari Duit Gaya Kekinian: Menjadi Freelancer

What is Freelancer?

Menurut Wikipedia: Freelancer atau pekerja freelance adalah istilah yang biasa digunakan untuk orang yang bekerja sendiri dan tidak harus berkomitmen jangka panjang dengan majikan tertentu. Pekerja freelance bekerja secara independen atau menggunakan asosiasi profesional atau website untuk mendapatkan pekerjaan.  Umumnya mereka bergerak di bidang jasa profesional, entah itu bidang konsultan keuangan, akuntansi, pelatihan, dan lain-lain.

Menjadi freelancer mungkin di jaman ini menjadi salah satu pilihan yang menarik. Alasannya simpel: menjadi freelancer membuat Anda bisa mendapatkan waktu kerja yang lebih fleksibel. Tidak harus tiap hari pakai sepatu, baju seragam, berdasi,  berangkat kerja jam 8 pagi, pulang jam 6 petang. Plus pinggang pegal, penghasilan pas-pasan, kata Om Bob (alm): itu bekerja atau dikerjai?

Menjadi freelancer juga bisa membuat Anda bekerja dari rumah – sebuah tren baru di perkotaan yang memiliki problem akut kemacetan di jalanan. Dan hebatnya, sejumlah freelancer menyebut  diri mereka menjadi lebih kreatif – karena mungkin mereka tidak lagi harus berhadapan dengan birokrasi kantor yang kadang melelahkan, dan office politics yang acap mengganggu energi kreativitas. Namun menjadi freelancers yang sukses bukanlah hal yang mudah.  Memang sih, tidak ada shortcut menuju sukses, apapun pekerjaannya atau karir yang kita tempuh, semua harus melalui jalan berliku, dan bagi orang tertentu, penuh duri.

Kunci keberhasilan utama ya tentus aja  skills Anda. Kekuatan dan kompetensi Anda sebagai freelancer. Entah sebagai freelance trainer, web designer, arsitektur, freelance konsultan pajak/akuntansi, freelance penulis artikel blog, desainer kaos, pakar SEO, fotografer pernikahan, ahli riset pemasaran, hingga freelance konsultan manajemen.

Apakah Seorang Freelancer Harus Selevel “Suhu”?

Tidak. Untuk bisa menjadi pendekar di dunia persilatan, Anda tidak harus menjadi suhu dulu. Anda bisa membangun kependekaran dimulai dari level paling bawah. Istilahnya “learning by doing” , sambil menyelam-minum air, atau apalah istilahnya untuk mengatakan bahwa skills bisa kita bangun dari sambil praktik,  belajar sana-sini dan belajar dari pengalaman. Kalau Anda berprinsip jadi ‘suhu’ dulu baru turun gunung, keburu gunungnya ‘meletus’!.

Yang lebih penting : skills Anda sudah cukup untuk memenuhi ‘kebutuhan dasar’ yang dihadapi klien.  Tahukah Anda? Tidak sedikit problem yang dihadapi klien itu, ternyata masalah-masalah simpel dan kecil saja, misalnya, hanya karena tak cukup waktu untuk memikirkan, atau mungkin sudah saking stressnya menghadapi pekerjaan, sehingga sedikit masalah saja diserahkan pada ‘ahlinya’,  alias mereka kurang kreatif saja.

Elemen berikutnya yang juga penting – dan bahkan lebih penting, untuk menjadi freelancer yang sukses adalah ini: kemampuan Anda “menjual diri”. Maksudnya mempromosikan dan menjual jasa keahlian Anda sebagai freelancer.

Kabar baiknya, kini ada banyak marketplace dimana Anda bisa promote dan menjual jasa keahlianmu. Untuk kelas lokal, ada marketplace bernama sribulancer.com. Untuk skala global, ada freelancer.com – sebuah marketplace freelancer terbesar di dunia.

Pengalaman saya, untuk pasar lokal tampaknya lebih mudah menjual jasa Anda sebagai freelance melalui blog atau web pribadi dan Facebook, atau media sosial lainnya. Blog dan laman Facebook bisa menjadi media promosi yang ampuh untuk memasarkan jasa freelancer Anda – entah sebagai konsultan manajemen atau juga freelance makelar tanah.

Isilah blog Anda dengan hal-hal spesifik yang berkaitan dengan skills yang ingin Anda jual. Pelan-pelan, Anda bisa membangun personal branding dan bisa sukses menjual jasa freelance Anda.

Untuk pasar global, barangkali lebih mudah memasarkan jasa freelance melalui marketplace seperti freelancer.com tadi.

Begitulah, dua hal penting  untuk menjadi freelancer yang sukses : 

1) memiliki skills yang cukup bagus dalam bidang yang ingin Anda jual dan 2) ketekunan dan kreativitas untuk mempromosikan jasa keahlian Anda. Bisa melalui blog, facebook atau media sosial lainnya atau marketplace freelancer yanga ada. Sekali lagi, jika Anda ingin mendapatkan kebebasan waktu, bisa bekerja dari mana saja (termasuk dari teras di belakang rumah) – plus potensi income yang menjanjikan; mungkin menjadi fulltime freelancer adalah pilihan karir yang layak dipertimbangkan.

Read More

25 March 2019

3 Cara Tercepat Mendapatkan Traffic ke Website Bisnis

Cara Tercepat Mendapatkan Traffic ke Website Bisnis -

Cara Tercepat Mendapatkan Traffic ke Website Bisnis - Salah satu aspek terpenting dalam kegiatan bisnis internet adalah aspek promosi. Sebagus apapun kualitas produk anda, ataupun semenarik apapun website anda,tetapi hal itu tidak akan berarti jika tidak ada pengunjung ke website anda.

Anda harus menunjukkan bahwa anda sekarang berbisnis, jangan takut ataupun malu untuk menunjukkannya kepada orang lain. Dan jika anda tahu aspek ini adalah kunci kegagalan terbesar dari mereka yang 98% gagal di bisnis internet. Urutan kegiatan yang selalu mereka lakukan sehingga gagal adalah seperti ini, mereka membuat produk, membuat website, kemudian membuat sistem pembayaran, dan akhirnya bisnis mereka mati karena karena kekurangan traffic website.

Bisnis ini hanyalah seperti sebuah probabilitas, atau peluang. Maksudnya adalah semakin banyak orang yang mengunjugi website anda, maka semakin banyak orang tahu bisnis dan produk anda dan semakin besar pula peluang anda untuk menjual. Simpel khan?

Jadi anda masih berpikir aspek ini tidak penting?

Saya akan beritahukan kepada anda 3 cara tercepat untuk mendatangkan traffic ke website anda,yaitu;

1. Cara yang tercepat dan termudah adalah menggunakan jasa dari Google Adwords

Atau yang seringkali disebut sebagai iklan PPC (Pay Per Click). Maksudnya adalah anda membayar kepada Google untuk setiap klik yang masuk ke website anda melalu iklan website yang oleh Google dipasang pada halaman search engine mereka.

Dan iklan yang menuju ke website anda akan ditempatkan di sisi paling kanan halaman index oleh Google di tiap halaman pencarian dengan keyword yang anda inginkan. simpel dan efektif!

Meskipun anda harus mengeluarkan biaya untuk kegiatan promosi ini, tetapi cara ini memang sangatlah efektif, terutama untuk mendapatkan pengunjung dari search engine. Dan Google adalah pilihan yang sangat tepat untuk mulai bermain dalam cara promosi seperti ini. Mudah saja, siapa sih yang netter yang tidak kenal atau tidak pernah menggunakan Google?

Dan cara ini cukup membantu anda untuk mulai membangun image bisnis anda. Jika anda pemain baru dalam bisnis internet maka saya sangat menganjurkan cara ini. Cara ini efektif dalam mendatangkan pengunjung ke website anda.Kunjungi adwords.google.com untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap.

2. Cara yang kedua adalah dengan melakukan Joint Ventures

Cara ini anda lakukan dengan menghubungi webmaster-webmaster dari website-website yang mempunyai traffic pengunjung yang tinggi. Mintalah kepada mereka untuk melakukan kerjasama seperti pertukaran link dan seringkali cara ini disebut sebagai Joint Ventures. Yaitu anda mempunyai rekan bisnis yang juga mempunyai website tetapi bisnis anda dan rekan anda tersebut tidak saling bersaing.

Dengan joint ventures anda bisa melakukan banyak sekali kerjasama bisnis dengan rekan bisnis anda tersebut, dan salah satunya yang cukup penting adalah pertukaran link yang akan memberikan traffic segar ke dalam website anda. Semakin banyak rekan bisnis yang memasang link masuk ke website anda, maka anda akan BENAR-BENAR panen traffic segar dalam jumlah yang cukup banyak untuk membuat website anda selalu dikunjungi orang-orang.

Search engine seperti Google ataupun Yahoo sangat suka dengan tipe-tipe website yang populer, dan mereka mengukur kepopuleran sebuah website dengan menghitung berapa banyak link masuk dari website milik orang lain yang masuk ke website anda. Mudahnya, semakin banyak link yang masuk dari website lain ke dalam website anda, maka semakin populer website anda dan akibatnya traffic website anda akan meledak!

Anda juga bisa membeli atau menyewa traffic dari website yang menyewakan link dari website yang sudah mempunyai traffic pengunjung yang banyak. Cara ini sebenarnya sangatlah efektif dan anda tidak butuh waktu yang lama, tetapi masalahnya adalah anda harus membayar dengan dollar karena belum ada penyedia jasa seperti ini yang berkualitas di Indonesia.

3. Berikan apa yang mereka inginkan

Maksudnya di sini adalah jika anda ingin mendapatkan traffic yang berlimpah ke website anda, mudah saja caranya berikan hal-hal gratis untuk pengunjung website anda. Berikan ebook gratis, artikel gratis, newsletter gratis ataupun ecourse gratis. Berikan mereka alasan yang kuat untuk kembali mengunjungi website anda. Sediakan isi website atau content yang menarik

Tetapi dengan imbal balik mereka harus memberikan alamat email mereka kepada anda. Nah...email inilah yang harus anda gunakan untuk selalu melakukan Follow up dengan pengunjung anda tersebut.

Buatlah mereka tertarik pada isi/Content dari website anda. Jika mereka sudah tertarik, maka mereka akan dengan senang hati kembali lagi mengunjungi website anda. Dan inilah yang akan menjadi harta terbesar anda dalam bisnis internet ataupun internet marketing, yaitu mailing list atau daftar email anda. Inilah harta terbesar yang terpenting dalam bisnis ini. Jadi dapatkan email dari pengunjung anda sebisanya, jangan membiarkan mereka keluar dari website anda tanpa mendapatkan email mereka.

Ada satu lagi cara yang sebenarnya juga sangatlah efektif dalam promosi website, yaitu MLM. Maaf bukannya Multi Level Marketing, tetapi adalah Mulut Lewat Mulut. Ini adalah cara yang terefektif, termurah dalam promosi website. Caranya mudah saja, anda harus bergabung dengan komunitas internet seperti mailing list, ataupun seperti YahooGroups. Dan aktiflah di website tersebut. Dan ketika anda ingin mempromosikan website anda, maka inilah tempat yang seharusnya anda coba terlebih dahulu.

Sebarkan berita tentang website anda di mailing list ataupun YahooGroups. Dan lihatlah bagaimana cepatnya penyebaran berita tentang website anda tersebut di mailing list. Anda tidak akan percaya begitu cepatnya penyebaran berita tersebut.

Tentang Penulis :  Antony Prakoso adalah CEO dari situs yang konsentrasi pada marketing.
Read More

24 March 2019

Ide Bisnis: Menemukan Ide Gila Untuk Dijual di Internet

Ide Bisnis: Menemukan Ide Gila Untuk Dijual di Internet

Internet adalah pasar yang sangat luas dan tidak pernah offline dalam 24 Jam. Ini adalah pasar yang sangat potensial untuk anda manfaatkan untuk menjual sesuatu di internet. Sebab pasar di internet tidak penah menolak barang tertentu untuk dijual secara online.

Berbeda dengan pasar tradisional, atau mall. Anda akan diusir oleh satpam mentah-mentah ketika anda mencoba menuntun seekor kambing untuk anda djual dalam sebuah Mall. Tapi kalau anda menawarkan kambing anda di internet …hmmm saya pikir tidak akan terjadi seperti diatas...

Ok, lantas apa yang paling cocok dan mudah untuk dijual di internet. Ini yang gampang-gampang susah. Pada dasarnya apapun yang anda ingin jual melalui internet itu bisa anda lakukan. Baik itu anda ingin menjual sepatu, jual nasi, jual baju, computer dan produk online lain sebagainya…waduh..sama saja dong dengan bisnis konfensional, yang menghabiskan banyak uang untuk mulai usaha….ok sabar, saya akan mencoba memberikan sebuah alternatife ide yang bisa anda lakukan dalam berbisnis di internet.

Ide gila Yang ingin saya berikan kepada anda adalah …dengan menjual produk secara online di internet yang tidak memerlukan banyak modal dan uang untuk berinvestasi…lantas bagaimana menemukan caranya?

Salah satu jalan yang paling mudah mendapatkan suatu produk untuk di jual di internet adalah dengan menemukan suatu masalah, dan kemudian menawarkan suatu produk atau melayani untuk memecahkan masalah itu pada setiap orang yang mebutuhkannya. Sekali lagi: Temukan suatu masalah dan kemudian tawarkan suatu produk atau melayani untuk memecahkan masalah itu.  Mudah bukan?

Begini untuk lebih mudahnya ..kira-kira apa yang paling bikin pusing anda, setidaknya yang paling mengganggu pikiran anda? Taruhlah anda ternyata mempunyai permasalahan dengan baju anda. Anda ternyata tidak mempunyai baju yang up to date…tidak mengikuti tren jaman…tapi anda punya pacar…dari sini anda sudah menemukan sebuah ide subyek..”Bagaimana cara menggaet seorang wanita, meskipun dengan baju-baju usang anda!” ini hanya salah satu contoh saja.  Atau anda  dapat melakukan riset dan temukan suatu masalah di tempat lain. Dan anda telah menemukan sebuah ide produk untuk anda tawarkan, yaitu produk informasi. Produk inilah yang paling murah dari segi modal untuk dijual di internet. Sama-sama menjual ‘baju’ di internet, yang satu menjual baju beneran dan membutuhkan modal yang besar dan satu lagi hanya menjual informasi seputar baju dan tidak memerlukan modal yang besar.

Ok Sekali lagi saya ulang : Memasarkan suatu Bisnis di Internet yang paling mudah untuk menjual suatu produk adalah dengan menawarkan sebuah solusi. Orang-Orang yang datang ke internet akan membeli solusi suatu permasalahan... mereka tidak akan membeli desain web site yang indah dan canggih…

Internet  adalah tempat yang benar-benar potensial untuk memasarkan suatu produk anda secara online. Jika anda  mempunyai suatu produk yang membahas tentang ikan hias misalnya. Maka anda juga dapat  menemukan ratusan ribu seluruh penjuru dunia,  orang-orang dengan suatu hobby seperti yang anda jual…ini berarti  produk anda layak dijual. Anda dapat menemukan orang-orang seperti ini dalam newsgroups, forum, kelompok diskusi, websites, dan email dan itu adalah pasar yang besar.

Anda bisa dapat membuat banyak uang dengan melatih pikiran anda untuk selalu menemukan solusi dari suatu permasalahan. Katakanlah setiap ide yang anda jual di internet menghasilkan penjualan 5 juta setahun, kalau anda punya 3 atau empat produk yang anda jual tersendiri, bukankah penghasilan anda akan menjadi lebih baik bukan? Intinya kalau bisa juallah produk lebih banyak akan lebih baik…tapi anda harus fokus dalam memasarkannya di internet…akan percuma jika anda punya banyak produk tapi anda tidak bisa memasarkannya secara online. Mulailah dengan satu produk, nanti dengan sendirinya anda akan mendapatkan banyak ide produk produk untuk di jual di internet .

Selamat mencoba!


Tentang Penulis : Kam Adi Dama adalah seorang praktisi bisnis baik online maupun tidak. Dia juga seorang Sales and Marketing Manager di PT Isya Jaya, sebuah perusahaan internet developer yang konsentrasi pasar luar negeri yang juga mengelola http://www.tokobagus.com .Selain online dia juga mempunyai beberapa usaha yang konvensional, salah satunya adalah pemilik produk air minum beroksigen dengan merek Neo O2.

Read More