Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts

06 April 2019

Bob Sadino Pilih Miskin Sebelum Kaya

Bob Sadino Pilih Miskin Sebelum Kaya

Bercelana pendek jins, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Beliau menutup usia pada hari Senin, 19 Januari 2015.

Kali ini saya ingin menceritakan sekilas tentang perjalanan hidup beliau yang tentunya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua, terutama tentang sepak terjangnya sebagai salah satu entrepreneur yang berhasil.

Dulu, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100. Celana pendek memang menjadi “pakaian dinas” Om Bob – begitu dia biasa disapa- dalam setiap aktivitasnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, yang mempunyai nama asli Bambang Mustari Sadino, hampir tidak pernah melewatkan penampilan ini. Baik ketika santai, mengisi seminar entrepreneur, bahkan bertemu presiden.

Anak bungsu dari keluarga berkecukupan ini mungkin tidak akan menjadi seorang entrepreneur yang menjadi rujukan semua orang seperti sekarang jika dulu tidak memilih untuk menjadi “orang miskin”.

Sewaktu orangtuanya meninggal, Bob yang kala itu berusia 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena semua saudara kandungnya kala itu sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Di Eropa ini dia bertemu Soelami Soejoed yang kemudian menjadi istrinya.

Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan. Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya ada menjadikannya tidak lagi menarik. “Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup,” tulis Bob Sadino dalam bukunya Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila.Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan “senjata” pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki.Setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan.

Gajinya ketika itu hanya Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras.”Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati.Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa.

Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya.Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi.

Menyerah berarti sebuah kegagalan. “Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob.

Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar.

Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang.Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam.

Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarketnya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino.”Kalau saja saya terima bantuan kakak-kakak saya waktu itu, mungkin saya tidak bisa bicara seperti ini kepada Anda. Mungkin saja Kemstick tidak akan pernah ada,” ujar Bob dalam sebuah seminar.

Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori.

Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. “Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain,” jelas Bob. Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membagi dalam empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli.”Tahu” merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka bisa.

Sedangkan “bisa” ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. Sedangkan “terampil” adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara “ahli” menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat “ahli” harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.

Sumber: buku Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila, dan dari berbagai sumber.
Read More

05 April 2019

Batu Ajaib? Awas, Jangan Terbiasa Untuk Membuangnya.

Batu Ajaib? Awas, Jangan Terbiasa  Untuk Membuangnya

Batu Ajaib - Cerita ini saya sering dengar dan baca dari buku buku favorit saya. Ceritanya bagus sekali, tentang kebiasaan kadang membuat kita membuang peluang yang akan menjadikan kita sukses luarbiasa. Watch this out!

Dahulu kala, ada seorang pemuda yang ingin menjadi kaya dan sukses. Ia mendaki gunung di dekat desanya untuk bertanya kepada seorang pertapa yang sudah bermeditasi di puncak gunung itu sepanjang hidupnya. Pemuda itu berpikir,karena pertapa itu adalah seorang yang sangat bijaksana, tentunya petapa itu dapat menolongnya untuk mendapatkan rahasia sukses.

Pertapa itu memberitahu sang pemuda bahwa sebenarnya ada batu ajaib, yang dapat mengabulkan permohonan dari siapapun yang memegangnya. Pertapa itu juga memberi tahu sang pemuda bahwa batu ajaib itu ada di tepi pantai yang letak nya jauh dari dasar gunung. Batu ajaib itu ada diantara ribuan batu batu yang lain.

Dan pemuda itu akan dapat membedakan nya dari batu batu lain nya dengan cara merasakan temperaturnya. Batu ajaib itu hangat, jauh lebih hangat dibandingkan batu batu lain nya.

Jadi, sang pemuda itu pergi ke pantai. Dia menemukan bahwa memang benar ada ribuan batu ditepi pantai. Percaya bahwa salah satu dari ribuan batu tersebut adalah batu ajaib, diapun mulai mencari.

Dia mengambil sebuah batu, merasakan bahwa batu itu dingin, lalu melemparnya ke laut. Dengan demikian, dia dapat memastikan bahwa dia tidak akan mengambil batu yang sama dua kali.

Hari hari dan minggu minggu berlalu dan sang pemuda masih juga belum menyerah. Dia tetap mengambil batu satu persatu, dan jika batu itu dingin, dia akan melemparkan nya kelaut.

Suatu hari, dia mengambil batu yang terasa lebih hangat dibandingkan batu lain nya. Tapi tebak apa yang dilakukan nya? Sialnya, karena ia sudah terbiasa melemparkan batu batu kelaut selama berbulan bulan, tanpa sengaja dia melempar batu ajaib itu ke laut. 
Read More

03 April 2019

Petuah ‘Goblok’, Inpirasi Cerdas Om Bob

Petuah ‘Goblok’, Inpirasi Cerdas Om Bob

Om Bob, begitu biasanya tokoh nyentrik ini dipanggil oleh siapa saja, mulai dari tukang sapu hingga menteri memanggilnya begitu.

Jagat internet tanah air hari ini punya trending topik menarik, yakni tentang petuah emas

beliau “tentang resep Goblok ” yang cerdas. Topik ini tiba-tiba menyeruak keramaian jagat netizen, bahkan sebelum beliau menuju peristirahatan terakhirnya.

Kata-kata goblok yang mestinya negatif bagi asupan bawah sadar, malah jadi positif dan inspiratif ini lahir dari dari kepala om Bob yang nyentrik dengan pola pikir unik dan cenderung keluar dari pakem teori bisnis manapun. Ini juga yang menjadikan Om Bob dikenal sebagai entreprenuer nyentrik.

Pengusaha kawakan, yang ternyata kawan BJ Habibi sewaktu di Jerman ini, dengan ciri khasnya, celana pendek dan kemeja itu kelak akan sangat dirindukan oleh banyak orang setelah menutup usia pada hari Senin, 19 Januari 2015.

Pebisnis dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino tersebut selain meninggalkan warisan grup perusahaan KemChick kepada dua orang putih dan empat cucu, juga meninggalkan warisan inspirasi hebat bagi generasi penerus bangsa, ini jika ingin menjadi pengusaha sukses.

Berdasarkan cerita yang beredar di kalangan netizen, berikut adalah 11 petuah emas Bob Sadino yang terkenal itu:

1. “Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain”

2. “Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya”

3. “Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan”

4. “Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat dan jika untung maka bertambahlah syukur saya”

5. “Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif”

6. “Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar”

7.”Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu”

8.”Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir, kan cuma selangkah”

9.”Orang goblok itu nggak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah”

10.”Orang pintar maunya cepat berhasil, padahal semua orang tahu itu impossible! Orang goblok cuma punya satu harapan, yaitu hari ini bisa makan”

11.”Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses bisa bisa bayar pelamar kerja”.

Terima kasih Om Bob, selamat jalan.


Photo Credit : viva.co.id
Read More

01 April 2019

Buku Attitude Plus, By Tony Christiansen

Buku Attitude Plus Tony Christiansen

Siapa yang sudah membaca buku attitude plus karangan Tony Christiansen?
Boy, buku yang sangat bagus bukan? amat sangat menginspirasi.

Bayangkan teman, Tony, pada saat usia nya 9 tahun, ketika sedang membantu ayah temannya mengumpulkan batu bara di sebuah desa di Selandia Baru, untuk dinaikkan ke kereta api, pada hari yang cerah, dengan hati gembira, mereka bertiga bekerja menaikkan batu bara itu, keranjang demi keranjang. Tiba tiba kereta api bergerak dan melindas kedua kaki dari Tony kecil.

Akhirnya kecelakaan itu terjadi, kaki Tony harus diamputasi. Itupun sudah merupakan suatu keajaiban, kata dokter, seharusnya Tony sudah meninggal, karena terjadi pendarahan yang sangat banyak. Namun entah kenapa dia tetap hidup. Maybe karena masih ada tugas penting dalam hidupnya yang belum tercapai. Maybe karena ia akan menjadi orang besar dan menginspirasi banyak orang?

Sepulang dari Rumah Sakit, Tony melanjutkan sekolah, lalu dengan uang tunjangan penggantian yang diberikan oleh pemerintah karena kecelakaan itu, ayah Tony membuatkan Tony sebuah kolam renang di belakang rumahnya. Dan ia menyukainya.

Dalam waktu singkat Tony belajar berenang dan mampu melintasi 52 kali panjang kolam.

Lalu ia mendaftarkan diri sebagai penyelamat pantai di kotanya. Dan dalam 1 tahun ia mendapat penghargaan dari walikota karena menyelamatkan 32 nyawa. :) Hai, seorang yang tidak punya kaki menyelamatkan 32 nyawa? wow!

Kemudian Tony belajar olahraga yang lain, dengan sukses sukses kecil yang dicapainya, Tony menjadi percaya diri bahwa ia dapat melakukan apapun yang bisa dilakukan oleh orang lainnya, bahkan orang yang normal sekalipun.

Selama karirnya dalam olahraga dia mewakili Selandia Baru ke perlombaan di seluruh dunia dan mengumpulkan 32 medali emas.

Tony juga belajar Taekwondo, dan mempunyai gelar Dan II sabuk Hitam. Wah bagaimana ia melakukan tendangan? Dia menendang dengan kepalanya. :) Yang jelas dia berhasil melakukannya dan mempunyai gelar Dan II.

Ia juga melakukan balap mobil, dan bahkan ia terbang solo dengan pesawat terbang tanpa didampingi siapapun. Dia memegang lisensi sebagai orang tanpa kaki pertama yang terbang sendirian di Selandia Baru.

Tony menikah dengan wanita normal, punya 3 orang anak normal, dan hidup bahagia.

Baru baru ini Tony berhasil mendaki Gunung Kilimanjaro. Gunung yang bahkan orang normal pun sulit menaklukannya. Namun Tony melakukan nya.

Salah satu pencapaian hebat Tony yang lain adalah Tony bekerja sebagai painting disainer, yaitu mengecat gedung, membuat papan reklame, perusahaan dimana Tony bekerja ini, akhirnya setelah 12 tahun, Tony membelinya, dan kini menjadi perusahaan disainer yang beromset jutaan dollar.

Tony tidak berhenti sampai disana, ia adalah seorang pencapai, yang selalu ingin melakukan, menjadi sangat baik dibidang yang ia tekuni. Kini Tony berkarir sebagai seorang pembicara motivasi. Tony bercerita keliling dunia tentang masalah, tantangan yang ia hadapi dan bagaimana ia mencapai begitu banyak hal dalam hidupnya.

Ia menulis beberapa buku terlaris, salah satunya adalah: Attitude Plus yang bisa anda dapatkan di Gramedia.

Buku ini sangat menginspirasi saya. Amat sangat, untuk kesekian kalinya saya menjadi sadar bahwa orang dengan tanpa kedua kaki, mampu mencapai begitu banyak hal dalam hidupnya, dan menjadi sangat bagus dalam apapun yang dia putuskan untuk menjadi bagus.

Betapa senangnya saya, karena saya hidup normal, dan saya bisa memilih tidak harus sebanyak itu, saya bisa memilih dua atau tiga bidang saja dalam hidup saya dan melakukan dan menjadi sangat bagus disana. Saya mungkin tidak harus menjadi juara olimpiade, atau mencapai Dan II Taekwondo. Tapi saya bisa memilih bidang yang saya suka lakukan dan give my best. Menjadi yang terbaik yang saya mampu lakukan dan berikan.

Dengan itu saya tidak perlu kuatir dengan income, karena jika saya melakukan dengan sangat baik, maka income akan mengikuti saya sampai kapanpun.

Ehm terimakasih Tony atas contoh dan bukunya yang sangat menginspirasi, bukumu sudah saya baca lebih dari 6 kali. Dan masih terus saya baca setiap kali saya butuh dorongan lebih.
Read More

30 March 2019

Apa Itu Coaching? Beberapa Definisi Coaching

Apa Itu Coaching? Beberapa Definisi Coaching

Beberapa Definisi Coaching:

  • Coaching menurut ICF (International Coach Federation) adalah “A Partnering with clients, in thoughts-provoking, an creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential”.
  • Sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (klien) (Grant, 1999)
  • Kunci pembuka potensi seseorang untuk  memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003).
  • Seni memfasilitasi kinerja, pembelajaran dan pengembangan orang lain (Downey, 2003)

Jadi Coaching secara umum dapat diartikan sebagai sebuah kerjasama dan proses kreatif yang tujuannya adalah menginspirasi, memprovokasi serta mengeksplorasi dan memberdayakan potensi personal/profesional  coachee secara terarah dan terukur, dengan teknik yang dikuasai Coach.

Beda Antara Coaching dan Kegiatan Sejenis

Saat ini di Indonesia istilah Coaching sudah banyak dibicarakan. Tetapi masih banyak yang salah paham.

Coaching bukanlah Consulting, bukan Counseling, bukan Mentoring, juga bukan Training.

Consulting lebih menekankan pada solusi (solution provider), penyelesaian masalah (problem solver) dan mereka melakukannya untuk klien (do it for you). Sehingga consulting ini lebih pada memberikan ikan daripada mengajari mengail.

Training lebih menekankan pada sharing and transfering  knowledge/skills. Seorang Trainer bertanggungjawab untuk mentransformasikan knowledge/skills tertentu kepada trainee. Tujuan  training adalah mengubah orang dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa (secara teknis) menjadi bisa.

Coaching lebih menekankan pada re-educating, mengekspolrasi dan memberdayakan sumberdaya-sumberdaya (exploring dan empowering of resources), orientasinya pada hasil (results) dengan berfokus pada proses yang terarah dan terukur. Coaching lebih pada membimbing coachee mengail ketimbang memberi ikan.


  • Seorang terapis akan menggali apa yang membuat Anda berhenti mengemudikan mobil Anda
  • Seorang konselor akan mendengarkan kegelisahan Anda tentang mobil
  • Seorang mentor Akan membagikan cara-cara mengemudikan mobil berdasarkan pengalaman pribadinya
  • Seorang konsultan akan memberikan nasehat kepada Anda bagaimana mengemudikan mobil yang baik
  • Seorang coach akan memberikan dorongan dan semangat kepada Anda untuk mengemudikan mobil 

Kategori Coaching:

  • Personnal/Life Coaching : Coaching untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, karir, pengembangan profesi,  pengembangan diri, keluarga, dan lain-lain.
  • Business Coaching adalah aktivitas coaching yang dilakukan oleh Coach dengan pemilik/pelaku bisnis dengan tujuan meningkatkan performa bisnisnya sesuai yang dikehendaki oleh klien. 
  • Executive Coaching adalah aktivitas coaching yang diperuntukkan kepada para eksekutif perusahaan. Dalam hal ini (biasanya) pemilik bisnis (business owner) hanya menjadi sponsor, yang memfasilitasi para eksekutifnya untuk dilatih (coaching) dengan tujuan peningkatan performa personal maupun organisasional. 

Penelitian Tentang Efektivitas Business Coaching dan Executive Coaching

Penelitian yang dilakukan oleh Manchester Inc.’s (Business Wire, 4 Januari 2001) yang mengambil sampel 100 eksekutif perusahaan untuk mengukur efektivitas dan peningkatan produktivitas ketika mereka menggunakan metode Coaching. Mereka diberikan Change-oriented Coaching dan Growth-oriented Coaching selama 6 hingga 12 bulan. Dan hasilnya:

1. Terdapat peningkatan produktifitas sebesar 53%

2. Peningkatan kualitas kinerja sebesar 48%

3. Peningkatan penguatan organisasi 48%

4. Pelayan pada pelanggan meningkat 39%

5. Penurunan tingkat komplain sebesar 34%

6. Peningkatan hubungan dengan pelanggan 37%

7. Mereduksi biaya sebesar 23%

8. Peningkatan keuntungan usaha sebesar 22%

9. Peningkatan hubungan kerja dengan atasan langsung ( pendapat 77% eksekutif)

10. Peningkatan hubungan kerja dengan supervisor 71%

11. Kerjasama Tim meningkat 67%

12. Kepuasan kerja meningkat 61%

13. Menurunkan konflik sebesar 52%

14. Meningkatkan komitmen organisasional sebesar 44%

Penelitian lain:

  • 93% manajer percaya bahwa coaching harus diberikan kepada semua karyawan tanpa memandang senioritas (Industrial and Commercial Training, 2002)
  • 93% manajer SDM Jerman menilai coaching sebagai metode yang berguna (PEF, 2005)
  • 99% organisasi di Inggris yang menggunakan coaching menyatakan coaching dapat memberikan keuntungan yang nyata bagi individu dan organisasi (Jarvis, 2004)

Banyak lagi penelitian lainnya yang membuktikan secara empiris tentang manfaat dan efektivitas coaching. Dari gambaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa coaching memiliki dampak yang sangat signifikan dibandingkan dengan metode lainnya dalam melakukan perubahan.  Oleh karena itu coaching adalah sebuah pilihan tepat untuk meningkatkan performa baik secara personal maupun organisasional.

BAGAIMANA COACHING DI LAKUKAN?

1. One on One Coaching.

Dalam coaching seorang coach hanya berhadapan dengan satu orang coachee.

2. Group Coaching.

Dalam coaching, seorang coach  berhadapan dengan lebih dari satu coachee.

Ada 3 proses dalam coaching : Pre-Coaching, Coaching dan Post-Coaching. Pada fase Pre-Coaching diawali dengan melakukan evaluasi atau diagnosa permasalahan sehingga coach  mendapatkan gambaran jelas pada bagian-bagian yang mana yang perlu improvement segera, serta persetujuan perjanjian coaching antara coach dengan klien. Pada fase Coaching adalah proses penggalian dan pemberdayaan potensi, sehingga klien menemukan pilihan-pilihan solusi dan mampu mengambil keputusan untuk melakukan eksekusi dari pilihan solusi tersebut. Sedangkan fase Post-Coaching adalah pengukuran atau evaluasi terhadap proses coaching yang telah dilakukan.

Coaching dilakukan secara reguler, umumnya 2 kali pada setiap bulan, setiap sesi coaching berdurasi 2-3 jam. Ketentuan coaching akan dituangkan dalam Perjanjian Program Coaching.

BERAPA LAMA IDEALNYA COACHING DILAKUKAN?

Sebenarnya tidak ada batasan waktu ideal dalam hal coaching ini. Klien bisa mengikuti program coaching sesuai kebutuhannya. Umumnya,  minimal program coaching yaitu 3 (tiga) bulan, dan sesudahnya dapat dievaluasi, klien berhak menentukan untuk berhenti  atau melanjutkan program coaching. Dalam kenyataannya, karena bagi beberapa orang, coaching adalah hal yang relatif baru, 3 (tiga) bulan pertama tersebut adalah waktu penyesuaian, namun tidak sedikit pula yang merasakan impact dari coaching secara signifikan di 3 (tiga) bulan pertama tersebut.

SKALA USAHA/BISNIS SEPERTI APA YANG LAYAK MENGIKUTI PROGRAM  BUSINESS COACHING?

Keputusan layak atau tidaknya mengikuti program coaching tidak ditentukan dari seberapa besar skala usaha/bisnisnya, tetapi lebih pada seberapa besar pencapaian yang dikehendaki dan seberapa berartinya pencapaian tersebut bagi klien. Anda tidak perlu mengikuti program coaching jika pencapaian yang Anda inginkan itu tidak cukup berarti untuk Anda wujudkan.

Alasan Business Owner yang membutuhkan program coaching, diantaranya:

  1. Ingin memecahkan masalah pencapaian  laba  yang dirasa belum optimal, bahkan menurun.
  2. Ingin memecahkan masalah-masalah  pengelolaan  keuangan.
  3. Ingin memenangkan persaingan usaha.
  4. Ingin  mengembangkan organisasi yang lebih  efektif dan efisien.
  5. Ingin meningkatkan kemampuan kepemimpinan (leadership skill) yang  lebih efektif
  6. Ingin meningkatkan kemampuan manajerial  yang lebih maju dan efektif.
  7. Ingin meningkatkan kinerja karyawan .
  8. Ingin memecahkan masalah turn-over karyawan
  9. Ingin melakukan ekspansi  usaha.
  10. Ingin melipatgandakan profit secara signifikan.
  11. Ingin melakukan perluasan pasar (ekspansi pasar).
  12. Ingin memperbesar “market share”.
  13. Ingin memiliki team work  yang solid dan efektif.
  14. Ingin membangun sistem organisasi  dan akuntansi yang tepat, sehingga  bisnis tetap terkendali meskipun tanpa keterlibatan pemilik (business owner) secara langsung.
  15. Ingin mereduksi biaya-biaya.
  16. Ingin menciptakan suasana yang kondusif dalam aktivitas pekerjaan.
  17. Ingin mengembangkan entrepreneurship mindset yang lebih kuat.

Dan lain-lain…
Read More

29 March 2019

“S.O.P” Melakukan Presentasi

Ada yang bilang, presentasi adalah sesuatu yang sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan daripada menghadap calon mertua galak, yang berprofesi sebagai kepala preman. Presentasi memang bukan pekerjaan biasa. Karena ketika kita presentasi kita mempertaruhkan diri kita di depan orang banyak, ancamannya kita bisa kehilangan status! akibat kegagalan dalam presentasi. Padahal, dalam karir,  status adalah hampir segalanya.  Tidak jarang  juga  kita menyaksikan orang yang tampil berani, tetapi  kering-kerontang, seperti kita melihat padang rumput di musim kemarau,  sangat tidak menarik!

“S.O.P” Melakukan Presentasi

Nah, berikut ini adalah tips untuk Anda yang ingin tampil efektif dalam presentasi, anggaplah ini SOP (standar operasional prosedur) berpresentasi. Tentu saja Anda akan tampil lebih memukau dan hebat lagi jika menguasai cara-cara dan ilmu komunikasi publik berbasis NLP/hipnotik. Berikut adalah SOP Presentasi efektif:

*Periksa dan kenali ruangan  serta   fasilitas  presentasi  termasuk  mikrofon beserta kelengkapannya,  sebelum  presentasi  dimulai  (jika memungkinkan, lakukan sehari sebelum presentasi). *Pertimbangkan: pencahayaan yang ruang presentasi,  juga rasio perbandingan ukuran ruangan dengan jumlah peserta. *Ruangan yang terlalu sempit dapat membatasi gerakan tubuh Anda, tetapi ruangan yang terlalu lebar dapat membuat presentasi tidak terfokus.microphone
*Jika hanya tersedia 1 (satu) buah layar proyektor, maka idealnya ditempatkan di sebelah kiri Anda, ketika Anda menghadap audience.

Latihan yang cukup sebelum benar-benar tampil. Selalu mintalah umpan balik dari teman atau orang terdekat. Membangun dan meningkatkan kemampuan komunikasi Anda.

Siapkan power point (atau visual aid lainnya), sampaikan hanya yang Anda kuasai saja! Dalam membuat power point, yang harus diperhatikan adalah isi setiap slide yang akan ditampilkan. Selain harus yang relevan dengan topik yang di presentasikan, juga yang harus diingat, Anda sedang membuat slide dengan power point, artinya POINTnya saja, bukan tulisan rinci. Dalam membuat slide pelajari penggunaan komunikasi berbasis NLP.

Berpakaianlah disesuaikan dengan dresscode yang digunakan audience, pilihlah warna yang agak cerah   (tetapi jangan norak)  agar Anda   menciptakan kesegaran di dalam ruangan, akan lebih baik jika Anda sesuaikan dengan warna dominan ruang presentasi.

Jangan merendahkan mutu dengan berkata “Saya di sini hanya mewakili saja”,  “maaf saya sebenarnya tidak siap”, “maaf bahasa Inggris saya payah,” “Ini bukan bidang saya”, “Anda pasti lebih tahu dari saya”, “saya baru belajar” dan seterusnya, yang akan mendiskon ‘harga diri’ Anda. Belajarlah komunikasi persuasif dan influent.

Perhatikan bahasa tubuh. Oleh karena itu, usahakan Anda berdiri, bukannya duduk di belang meja, agar seluruh tubuh Anda terlihat oleh audience.  Jangan lakukan gerakan yang merusak penampilan, atau yang tidak mendukung maksud pembicaraan Anda, belajarlah menguasai Bahasa Tubuh.

Ukur secara sungguh-sunguh “dalamnya sungai‟. Pelajari dulu siapa audience Anda, latarbelakang, jalan pikiran, pendidikan, dan jabatan mereka. Lakukan rapport,
Jangan membiasakan diri bergantung pada teks. Anda sedang presentasi, bukan membacakan materi presentasi atau mengajak audience membaca sama-sama.

Jangan bicarakan dua hal ini: Yang sudah mereka ketahui, atau yang tak ingin mereka dengar. Selalu sajikan hal-hal yang orisinal atau baru, jangan merusak mood audience dengan pernyataan yang tidak mereka sukai.

Jaga volume suara dan jaga nada agar tidak monoton. Begitu mereka mulai jenuh, ajaklah berdialog, lontarkan sedikit humor. Kuasai kemampuan komunikasi yang mensinergikan Verbal, Vocal, dan Visual.
Humor tidak boleh berlebihan. Ia hanya boleh digunakan untuk membangkitkan daya pikir. Jika berlebihan ia akan kehilangan substansi.

Biasakan  interaktif.  Jangan  asyik  bicara  sendiri.  Berikan  kesempatan  kepada  peserta  untuk memberikan  contoh,  jawaban,  melakukan  aktivitas  tertentu  (game,  teka-teki  atau    melakukan sesuatu), tertawa, atau bahkan mendengarkan musik.

Be specific. Jangan berbicara berbelit-belit. Selalu berikan contoh dan ilustrasi. Sesekali berikan cerita, ingat KISS (keep it simple stupid)! Pelajari public speaking skill.

Jangan berbicara seperti sedang ngobrol dengan seseorang, atau dengan tembok. Pandanglah audience secara keseluruhan, tatap mata mereka. Ingatlah Anda berbicara di hadapan puluhan orang bahkan ratusan.

Read More

Be an Entrepreneur !

Be an Entrepreneur !

Sebuah studi di AS meramalkan, pada tahun 2020, lebih dari 40 persen tenaga kerja produktif di AS atau sekitar 60 juta orang akan bekerja sendiri. Menurut hasil studi tersebut, kebanyakan penduduk di AS lebih memilih untuk bekerja sebagai freelancer, kontraktor, atau pengusaha. Studi itu pun menyimpulkan bahwa dalam tujuh tahun mendatang, jumlah usaha kecil di AS akan meningkat lebih dari 7 juta.

Studi itu menunjukkan bahwa sebanyak 67 persen orang Amerika selalu berpikir untuk keluar dari pekerjaaan kantoran, sebanyak 72 persen mengaku ingin memulai bisnis sendiri, dan sebanyak 84 persen merasa yakin akan lebih bersemangat dalam bekerja jika memiliki bisnis sendiri.telor_puyuh

Hasil studi tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil studi yang dilakukan oleh Intuit, 2007. Menurut studi yang mereka lakukan, banyak orang Amerika merasa bosan dengan pekerjaan kantoran. Lebih dari dua per tiga penduduk usia produktif di negeri itu berharap bisa segera resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan mereka untuk merintis bisnis sendiri.

Selain itu, orang Amerika juga memandang usaha kecil adalah trend baru cara hidup kelas menengah di negeri mereka. Mereka menilai para pemilik bisnis kecil itu ternyata lebih jujur dan beretika tinggi ketimbang para CEO perusahaan besar.

Ini menunjukkan bahwa tingginya hasrat orang Amerika menjadi entrepreneur. Memiliki bisnis sendiri sudah menjadi “American dream”. Nah, bagaimana di Indonesia? Semoga trend berwirausaha di Amerika juga menular di Indonesia, kata seorang entrepreneur muda Indonesia “lebih baik menjadi kepala semut, ketimbang menjadi ekor naga!”
Read More

Urgensi Soft Skills Dalam Pendidikan di PT

by: Akhmad Yafiz Syam *)

Pendahuluan

Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPTJP – HELTS 2003-2010) Indonesia, telah mengindikasikan bahwa paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi memerlukan pendekatan yang sama sekali baru untuk mengantisipasi isu-isu penting pendidikan (DGHE, 2003).

Dampak globalisasi menyebabkan bergesernya peran institusi pendidikan tinggi dari traditional learning institutions menjadi knowledge creators, dari random planning ke strategic planning, dan dari comparative approach ke competitive approach. Dengan perubahan paradigma ini diharapkan pendidikan tinggi mampu meningkatkan daya saing bangsa, dengan dukungan organisasi yang sehat, serta proses pembelajaran yang tepat sehingga menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi menjadi salah satu ujung tombak dalam peningkatan daya saing bangsa, karena salah satu faktor kunci persaingan global adalah aspek sumber daya manusia.

Sumber gambar: www.te.ugm.ac.id

Saat ini dunia memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kreatifitas tinggi, penuh inisiatif, dan integritas, di samping kompetensi akademis dalam rangka memenuhi tugas dan tanggungjawabnya di setiap bidang kehidupan masyarakat. Untuk memenuhi ini, pendidikan tinggi harus senantiasa mengembangkan sistem pembelajaran yang dapat menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek pasar kerja atas keahlian tertentu dan kebutuhan jangka panjang terhadap “soft skills” sebagai investasi masa depan (World Bank, 2002 dalam DGHE, 2003). Tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi hanya dari dalam kelas yang menyajikan “hard skills” yang menyajikan pengetahuan-pengetahuan faktual, tetapi juga experiential knowledge atau “soft skills” yang akan membantu mahasiswa agar familiar terhadap tekanan inovasi dan emosional selama mereka berinteraksi dengan masyarakat.

Nurudin (2004), dalam “Menggugat Pendidikan Hard Skill” mengungkapkan bahwa dunia pendidikan Indonesia dikejutkan oleh hasil penelitian dari Harvard University, Amerika Serikat. Penelitian itu mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.

Demikian pula survei yang dilakukan oleh National Association of College and Employee (NACE), USA (2002), kepada 457 orang pemimpin tentang 20 kualitas penting seorang juara. Hasilnya berturut-turut adalah kemampuan komunikasi, kejujuran/integritas, kemampuan kerjasama, kemampuan interpersonal, beretika tinggi, inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detil, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi tinggi, kreatif, humoris, dan kemampuan berwirausaha. Dalam penelitian tersebut mengindikasikan bahwa IP tinggi hanya menempati urutan ke 17. Ternyata prestasi akademis seseorang hanya sebagian kecil menunjang kesuksesannya, selebihnya didukung oleh soft skill secara dominan. Dengan demikian jelas bahwa soft skill menempati posisi strategis dalam membangun dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tengah kehidupan ini.

 Pentingnya Soft skill

Berbagai iklan lowongan kerja yang setiap hari kita temukan di berbagai media, perusahaan-perusahaan yang merekrut calon karyawannya selalu menyebutkan persyaratan berikut: mampu bekerja dalam tim, sanggup bekerja keras, memiliki integritas, jujur, bertanggung jawab, dan sebagainya, baru kemudian menyebutkan syarat-syarat akademis.

Perusahaan cenderung memilih karyawan yang memiliki soft skill unggul meskipun hard skill nya rendah. Alasan logisnya adalah bahwa mendidik dan melatih keterampilan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan dengan melatih dan mengembangkan karakter karyawan agar sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Pada tahun 2001, sebuah perguruan tinggi terkenal di Indonesia menggelar pertemuan dengan stakeholders, penyedia lapangan kerja dan pengguna lulusannya. Pada kesempatan itu pihak rektorat menyampaikan imbauan kepada para pengguna, agar dunia bisnis memberikan masukan balik kepada perguruan tinggi dan perusahaan lebih banyak lagi menggunakan lulusan perguruan tingginya. Pertemuan dengan sedikitnya 10 mitra industri itu pada akhirnya membuahkan masukan balik terhadap perguruan tinggi tersebut.

Salah satu respon datang dari perusahaan Schlumberger, salah satu perusahaan multinasional. Wakil perusahaan itu menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi tersebut kurang tekun meniti karier, sehingga rata-rata memiliki progress career yang kurang baik. Dari 75% intake 20-an tahun lalu, hanya 38% yang mencapai posisi manajer ke atas. Meski memiliki intelegensia tinggi dan prestasi akademis yang baik, namun memiliki kelemahan dalam sisi kerja keras dan dedikasi.

Para ahli manajemen percaya bila ada dua orang dengan bekal hard skill yang sama, yang akan menang dan sukses di masa depan adalah yang memiliki keunggulan soft skill. Secara hirarki, semakin tinggi posisi seseorang di dalam piramida organisasi, semakin tinggi tuntutan terhadap soft skill yang dimilikinya. Pada posisi paling bawah, seorang karyawan rendahan tidak terlalu banyak menghadapi tuntutan masalah yang berkaitan dengan soft skill. Semakin ke atas, semakin kompleks masalah yang dihadapi, semakin besar tuntutan terhadap soft skill yang dimiliki seseorang. Seseorang yang berada di posisi manajerial harus berinteraksi dengan banyak orang, mengambil banyak keputusan penting, mengendalikan bawahan, kerjasama tim, menentukan prioritas, dan sebagainya. Semakin tinggi posisi manajerial seseorang di dalam piramida organisasi, maka soft skillmenjadi semakin penting baginya. Pada posisi ini dia akan dituntut untuk berinteraksi dan mengelola berbagai keadaan dan orang dengan berbagai karakter dan kepribadian. Saat itulah soft skill nya diuji.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa pentingnya soft skill dalam rangka pengembangan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia kita. Khususnya bagi kalangan perguruan tinggi yang bertanggung jawab terhadap kualitas lulusannya, gelar yang disandang lulusan haruslah mengandung kompetensi tertentu yang sesuai dengan bidangnya. Kini institusi perguruan tinggi sudah saatnya mengembangkan makna kompetensi ke dalam definisi operasional yang lebih luas, dan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang menyajikan secara berimbang dan terpadu antara kompetensi hard skill dan soft skill.

Pakar kecerdasan emosional, Daniel Goleman (2002) menyatakan “kebanyakan program pelatihan (dan pendidikan) telah berpegang pada suatu model akademis, tetapi inilah kekeliruan terbesar dan telah menghamburkan waktu serta dana yang tak terhitung besarnya. Yang diperlukan adalah cara berpikir yang sama sekali baru tentang apa saja yang dapat membantu orang mengembangkan kecerdasan emosi mereka.”

Kompetensi Hardskill vs Softskill

Dalam dasawarsa ini, seluruh jenjang pendidikan mulai pra-sekolah (TK) hingga perguruan tinggi seakan berlomba-lomba menggali dan menyusun kurikulum pendidikan yang relevan dengan tuntutan terhadap kompetensi. Jadilah dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Hal ini nampaknya juga diikuti oleh para orang tua murid, yang juga menyusun “kurikulum”nya sendiri dalam mendidik anak-anak mereka di rumah, menyesuaikan tuntutan kompetensi. Alasannya sederhana, agar anaknya tidak nampak bodoh di sekolahnya atau khawatir mendapat sindiran negatif bahwa “buah tak jauh dari pohonnya”.

Seringkali kita mendengar pertanyaan orang tua kepada anaknya sepulang sekolah:”berapa nilai matematikamu nak?”. Jika jawabnya “ sepuluh!”, maka orang tua senangnya bukan main, diberilah anaknya sanjungan dan hadiah. Tetapi akan terjadi hal sebaliknya jika nilai matematika yang diperoleh anaknya buruk. Orang tua akan sangat kecewa dan resah jika anaknya memperoleh nilai buruk dalam pelajaran yang mengasah intelektualitasnya. Jarang sekali atau bahkan tidak pernah kita mendengar orang tua bertanya: “siapa yang kau tolong hari ini nak?” atau “apakah kau hormat pada guru dan teman-temanmu?”. Pertanyaan-pertanyaan lain yang senada, mestinya dapat memotivasi anak mengembangkan kepekaan sosialnya dan menjaga kebersihan hati nurani mereka semakin jarang terdengar, manakala orang tua memahami kata ‘persaingan’ dan ‘daya saing’ sebagai ‘adu kekuatan’ inteligensia anak.

Sebagaimana para pendidik dan orang tua murid membicarakan KBK, para praktisi manajemen SDM di perusahaan sedang ramai membicarakan pengelolaan SDM berbasis kompetensi (CBHRM).

Menurut kamus lengkap Bahasa Indonesia karangan Wojowasito dan Purwadarminta, kompetensi berarti kemampuan, kecakapan. Namun di lapangan, praktisi SDM mendefinisikan kompetensi lebih luas lagi dengan pendekatan competency based human resource management(CBHRM), yaitu meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku. Sehingga dalam arti luas, kompetensi akan terkait dengan strategi organisasi, dan dipadukan dengan soft skill, hard skill, social skill, serta mental skill sumberdaya manusianya. Hard skill mencerminkan pengetahuan dan keterampilan fisik sumberdaya manusia, soft skill menunjukkan intuisi, kepekaan; serta social skillmenunjukkan keterampilan dalam hubungan sosial; sedangkan mental skill menunjukkan ketahanan mental sumberdaya manusia. Dengan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia seperti ini, diharapkan perusahaan memiliki aset tidak berwujud yang menambah value perusahaan, memiliki daya saing tinggi dalam rangka mempertahankan eksistensi perusahaan. Karena dengan pengelolaan kompetensi karyawan yang tepat akan meningkatkan kinerja dan produktifitas perusahaan.

Sebutan hard skill secara umum berkaitan dengan sesuatu yang tampak (tangible) dan mudah diukur. Sementara soft skill lebih berkaitan dengan sesuatu yang tak tampak (intangible) dan tidak gampang diukur. Misalnya, seorang akuntan dalam menjalankan profesinya, harus menguasai teknik dan ilmu akuntansi, dan ditambah dengan penguasaan komputer atau teknologi informasi, kemampuan ini tergolong hard skill. Di samping itu, akuntan dituntut memiliki kecermatan profesional (professional care) sebagaimana disyaratkan dalam standar profesi, yang menuntut ketelatenan, kesabaran, ketelitian, kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi kerja yang relatif monoton, ketahanan terhadap stress pada saat beban kerja menumpuk, serta yang paling utama adalah kejujuran. Ditambah dengan kewajiban memenuhi kode etik profesi, kemampuan-kemampuan terakhir ini tergolong soft skill.

Jika dikaitkan dengan kecerdasan manusia, konsep tentang soft skill nampaknya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Sebagaimana diungkapkan oleh David Mc.Clelland (2002), secara umum soft skill dapat digolongkan ke dalam dua kategori: intrapersonnal skill dan interpersonnal skill . Intrapersonnal mencakup: self awareness (meliputi: self confidence, self assessment, trait and preference, emotional awareness) dan self skill (yang meliputi: improvement, self control, trust, worthiness, time management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonnal skill mencakup social awareness (meliputi: political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, emphaty) dan social skill (yang meliputi: leadership, influence, communication, conflict management, cooperation, team work, dan synergy).

Menurut Goleman (2002), kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Keterampilan-keterampilan ini, memberikan seseorang peluang yang lebih baik dalam memanfaatkan potensi intelektual apapun yang barangkali telah dimiliki. Namun demikian apabila ada dua sikap moral yang dibutuhkan pada zaman sekarang, sikap yang paling tepat adalah kendali diri dan kasih sayang.

Goleman (2002) juga berpendapat, bahwa meningkatkan kualitas EQ (emotional quotient) sangat berbeda dengan IQ (intellectual quotient). IQ umumnya tidak berubah selama kita hidup. Sementara kemampuan yang murni kognitif relatif tidak berubah (IQ), maka kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli orang itu peka atau tidak, pemalu, pemarah atau sulit bergaul dengan orang lain sekalipun, dengan motivasi dan usaha yang benar, seseorang dapat mempelajari dan menguasai kecakapan emosi tersebut. Tidak seperti IQ, kecerdasan emosi ini dapat meningkat dan terus ditingkatkan sepanjang kita hidup.

Umumnya kelemahan di aspek soft skill seseorang berupa karakter yang melekat pada dirinya yang sudah terbangun, sepanjang kehidupannya. Namun soft skill bukanlah stagnan, kemampuan ini dapat diasah dan ditingkatkan, melalui berbagai pengalaman hidup, pelatihan dan pembelajaran, serta continous improvement.

Ary Ginanjar Agustian (2001), yang menulis tentang ESQ (Emotional Spriritual Quotient) dalam buku “ Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ” yang menyatakan selain EQ dan IQ terdapat SQ (spiritual Quetient). SQ merupakan kecerdasan bathiniah yang bersumber dari suara hati, yang merupakan anugerah ilahiah, dan secara ilmiah telah dibuktikan oleh Michael Persinger (1990), V.S Ramachandran dan kawan-kawan (1997), Danah Zohar dan Ian Marshall (2000), yang menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa pusat spiritual (God-spot–titik ketuhanan) ternyata telah built-in terletak di antara jaringan syaraf dan otak manusia. Temuan ini di dukung juga oleh Wolf Singer, 1990 (dalam Ary Ginanjar, 2001), yang membuktikan adanya proses syaraf dalam otak manusia yang berkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberikan makna dari pengalaman hidup. Suatu jaringan syaraf yang secara literal ‘mengikat’ pengalaman kita bersama “untuk hidup lebih bermakna.” Di God-spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam. Dengan demikian untuk mencapai sukses seseorang harus mengasah kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), yang mengembangkan keunggulan soft skill manusia yang bersumber dari sifat-sifat ilahiah.

Pengembangan keunggulan pribadi seseorang berarti pengembangan karakter. Mengembangkan karakter menurut Stephen R. Covey (1994) dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People,” adalah dengan mengenali diri sendiri. Dan jauh sebelum para pakar berujar, Nabi Muhammad SAW telah mengatakan: “kenalilah dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu.” (Al-Hadits). Dengan mengenali dirinya, manusia otomatis akan mengenali Tuhannya yang telah melimpahkan kepadanya berbagai potensi diri. Manusia yang sadar akan hal ini akan jauh dari sifat sombong, takabur, tinggi hati, iri-dengki, putus asa, tidak percaya diri, dan berbagai ‘penyakit’ hati lainnya. Penyakit hati merupakan tanda lemahnya kemampuan soft skill seseorang. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki soft skill tinggi, juga ditandai dengan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengenali diri (self awareness) dan taqwa akan menimbulkan sikap ikhlas seseorang, sebagai sumber potensi soft skill yang luar biasa, dan dengan itu seseorang akan dapat mencapai kesuksesan abadi – dunia-akhirat (Erbe Sentanu,2008).

Demikian pula menurut Socrates: ‘kenalilah dirimu sendiri’ menunjukkan inti kecerdasan emosional, yaitu kesadaran akan perasaan diri sendiri sewaktu perasaan itu timbul. Dengan mengenal diri akan tumbuh kesadaran diri yang tinggi, yaitu merupakan modus netral yang mempertahankan refleksi diri bahkan di tengah badai emosi.

Dari beberapa pemahaman di atas, maka dapat disimpulkan, bahwa soft skill sesungguhnya menyangkut keunggulan karakter yang dimiliki seseorang yang berasal dari kesadaran yang tinggi terhadap fitrahnya (self awareness) sebagai manusia yang menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai khalifah (leadership) di muka bumi.

Pembangunan Karakter bukan Pengembangan Kepribadian

Berdasarkan uraian di atas, maka soft skill sesungguhnya dapat diukur, melalui pengukuran pengembangan etika karakter seseorang. Etika adalah prinsip-prinsip moral yang mengukur baik dan buruk, salah dan benar. Etika karakter mengajarkan bahwa ada prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan yang efektif, dan bahwa orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi jika mereka belajar dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam karakter dasar mereka.

Etika kepribadian pada dasarnya mengambil dua jalan: satu adalah teknik hubungan manusia dan masyarakat, dan satunya lagi adalah sikap mental positip. Sebagian filosofi ini diekspresikan dalam pepatah berikut: “sikap Anda menentukan ketinggian posisi Anda,” “senyum menghasilkan lebih banyak teman daripada kerutan di dahi.” Filosofi ini tidak salah. Namun demikian pendekatan kepribadian dapat manipulatif, bahkan menipu, mendorong orang menggunakan teknik-teknik untuk membuat orang lain menyukai mereka, atau berpura-pura tertarik akan hobi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari orang tersebut, atau menggunakan “penampilan kekuaasan,” atau untuk menjalani kehidupan mereka dengan intimidasi. Banyak orang yang memiliki kepribadian menarik, tetapi ternyata koruptor kelas kakap, inilah yang terjadi di Indonesia.

Menurut Covey, etika kepribadian bukanlah primer, melainkan sekunder. Sedangkan etika karakter bersumber dari kumpulan kebiasaan yang dijalankan berulang-ulang. “ kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan.” (Aristotle). Kebiasaan yang efektif menurut Steven R. Covey: sebagai titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan, dan keinginan.” Pengetahuan adalah paradigma teoretis, tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Dan keinginan adalah motivasi, keinginan untuk melakukan.

Dari ketiga aspek tersebut terbentuklah kebiasaan, yang jika dilakukan berulang akan menciptakan keunggulan karakter seseorang. Oleh karena itu karakterlah yang harus dibangun dan dikembangkan terus menerus, sementara kepribadian karena bersifat sekunder, otomatis akan mengikutinya.

Implementasi Pendidikan dan Pelatihan Soft Skill di PT

 Secara singkat, tujuan pengajaran dan pembelajaran di pendidikan tinggi pada dasarnya telah melintasi spektrum yang meluas, dari pengetahuan faktual berbasis disiplin ke berpikir kritis, dan dari perilaku moral dan etika ke kesadaran berkewarganegaraan, dan inilah tujuan esensial dari pembelajaran di perguruan tinggi, sebagaimana diidentifikasi oleh Carnegie Foundation berikut.

Tujuan pendidikan tinggi menurut Carnegie Foundation (dalam Forest, Teaching and Learning in Higher Education, 1996):

  • menjamin bahwa mahasiswa tertarik dan termotivasi.
  • membantu mereka memperoleh pengetahuan dan mengembangkan pemahaman.
  • memungkinkan mereka menunjukkan pengetahuan dan pemahaman melalui prestasi dan tindakan,
  • mendorong mereka terlibat dalam refleksi kritis pada dunia dan tempat dimana mereka berada,
  • mengembangkan kemampuan mereka untuk mengendalikan keterbatasan dan kompleksitas dunia dalam memformulasi pertimbangan dan mendesain tindakan, dan
  • membantu mengembangkan komitmen jangka panjang untuk pengujian kritis dan pengembangan diri.

Menurut penelitian J.F Forest yang dipublikasikan dalam buku International Handbook of Higher Education (2006), fenomena pengembangan metode pembelajaran soft skill di perguruan tinggi telah lama dibicarakan, tidak saja muncul di AS dan Eropa Barat, tetapi juga seperti di Hongkong dan China, yang memunculkan konsep pembelajaran pelayanan (service learning), yang mengaitkan pelajaran disiplin dan pelayanan masyarakat melalui refleksi terstruktur. Service Learning dipandang sebagai sebuah metode pengajaran oleh banyak anggota staf pengajar dan instruktur yang percaya bahwa dengan integrasi antara pelayanan dan pengajaran akademis, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih lengkap terhadap materi perkuliahan (McGovern,2002 dalam Forest, 2006). Para praktisi service learning berusaha keras mendorong pengembangan mahasiswa sebagai warga negara yang aktif dan baik dengan menanamkan pada diri mereka suatu etika pelayanan. Sistem pembelajaran service learning ini mewajibkan mahasiswa mengikuti kegiatan pelayanan sosial dan publik, untuk mengasah kepekaan sosial, meningkatkan kesadaran diri, serta kewarganegaraan.

Di Indonesia pada umumnya menempatkan pendidikan dan pelatihan soft skill melalui kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan dan ekstra kurikuler. Sedikit sekali tersaji dalam kurikulum wajib yang ditempuh mahasiswa. Akibatnya, hanya mahasiswa yang tergolong aktivis kampus yang mendapat porsi lebih banyak dalam melatih karakternya. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang tidak memiliki kesukaan berorganisasi? Bagaimana pula dengan perkuliahan ”kelas jauh” yang sekarang masih marak dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi?

Kemampuan soft skill seseorang bisa diasah dan ditingkatkan. Pengembangan soft skill dapat dilakukan dengan cara: pertama, dikembangkan sendiri melalui proses learning by doing, namun memerlukan waktu yang sangat panjang, sehingga kurang efektif. Cara kedua, yang paling umum dan sekarang ini telah menjamur adalah mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar yang ditawarkan oleh banyak lembaga. Soft skill training bisa dikaitkan sebagai pelatihan yang berorientasi pada pembangunan karakter, perubahan sikap, kepemimpinan, serta istilah lain yang mungkin masih ada namun pada intinya tidak jauh berbeda. Pelatihan-pelatihan tersebut sebagian besar sasarannya dikaitkan dengan program pengembangan SDM yang dibentuk sendiri maupun kerjasama oleh perusahaan-perusahaan kepada para eksekutif dan karyawannya.

Cara ketiga, adalah pelatihan dan pembelajaran di perguruan tinggi, dan menjadi urgen karena perguruan tinggi mengemban amanat accountabilty. Pendidikan dan pelatihan soft skill di perguruan tinggi dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan: kurikulum, ekstra-kurikulum, dan penciptaan atmosfer akademik. Ketiga pendekatan ini merupakan basic character bagi filosofi the Real Campus dalam pendidikan tinggi. Karena jika perguruan tinggi hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, tidak ubahnya seperti lembaga kursus.

Pendekatan Kurikulum

Kurikulum merupakan salah satu bentuk implementasi otonomi perguruan tinggi. Sehingga dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perubahan lingkungan. Pendekatan kurikulum akan sangat efektif jika didukung oleh sistem dan metode pembelajaran yang tepat serta sarana yang memadai. Terdapat beberapa alternatif dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan soft skill yang terintegrasi dalam kurikulum berikut:

  • Memasukkan materi soft skill sebagai bagian integral dengan berbagai materi lain yang tersaji dalam kurikulum.
  • Menyajikan mata kuliah Pembangunan Karakter (character building) di semester I hingga IV, secara wajib tempuh dengan non sks.
  • Mengintegrasikan evaluasi soft skill mahasiswa dengan sistem evaluasi belajar dalam fortofolio mahasiswa. Evaluasi belajar melalui portofolio ini akan dapat memberikan gambaran menyeluruh kompetensi yang dimiliki mahasiswa untuk menentukan kelayakan kesarjanaan yang akan diperoleh.

Pendekatan Ekstra Kurikulum

Melalui pendekatan ini, soft skill mahasiswa diasah dalam berbagai bentuk kegiatan terpadu di unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan yang ada. Beberapa perguruan tinggi melaksanakan pendekatan ini dengan mewajibkan mahasiswa agar aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler di sepanjang masa studinya. Di akhir masa studinya, sebelum menempuh ujian skripsi, mahasiswa menyerahkan evaluasi diri yang dibuatnya di bawah pengawasan pembimbing akademik. Hasil evaluasi diri yang telah memenuhi syarat, menjadi prasyarat ujian skripsi.

Atmosfer Akademik

Pendekatan ini bukan merupakan alternatif dari beberapa pendekatan sebelumnya. Tetapi justeru menjadi pendukung atas pendekatan lain yang digunakan. Di sini merupakan ujian bagi efektifas fungsi organisasi perguruan tinggi untuk menciptakan atmosfer yang tepat bagi pengembangan soft skill dan hard skill mahasiswa. Atmosfer akademik menjadi ladang pengalaman belajar yang baik bagi mahasiswa, dengan melihat, merasakan, dan membuktikan langsung praktek-praktek baik (best practise) ketika berinteraksi dengan sesama mahasiswa, karyawan, dosen, serta para pemimpin institusi. Oleh karena itu pada institusi yang atmosfer akademiknya buruk, akan memberikan contoh soft skill yang buruk bagi mahasiswa. Sikap dan perilaku pengajar, karyawan, para pemimpin dalam aktivitas kampus sehari-hari dilihat langsung oleh mahasiswa sebagai contoh konkrit, dan jelas akan memengaruhi kualitas learning by doing mereka.

Penutup

Pendidikan tinggi menjadi salah satu ujung tombak dalam rangka penciptaan daya saing bangsa melalui produk-produknya. Diantaranya adalah kualitas sumber daya yang dihasilkan dari proses pembelajaran yang diselenggarakan pada pendidikan tinggi. Dunia memerlukan sarjana-sarjana yang mampu memenuhi tugas dan tanggungjawabnya berdasarkan kreatifitas dan inisiatif, di samping kompetensi akademis. Untuk memenuhi ini, perguruan tinggi harus mengembangkan sistem pembelajaran yang dapat menyeimbangkan soft skills dan hard skill. Tuntutan tersebut dapat dipenuhi melalui pendekatan kurikulum, ekstra kurikulum, dan penciptaan atmosfer akademik yang kondusif bagi pengembangan karakter mahasiswa.

Tujuan pengajaran dan pembelajaran pada pendidikan tinggi telah melintasi spektrum yang meluas, dari pengetahuan faktual berbasis disiplin ilmu ke berpikir kritis, dan dari perilaku moral dan etika ke kesadaran berkewarganegaraan, dan inilah tujuan esensial dari pembelajaran di pendidikan tinggi. Dengan kata lain, mahasiswa harus mendapatkan soft skill di kampus, baik melalui pembelajaran tersendiri maupun secara terintegrasi dengan mata kuliah lainnya, serta interaksi dalam kehidupan kampus yang sesungguhnya (the Real Campus).

Referensi

Ary Ginanjar Agustian, 2001, ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, Penerbit Arga, Jakarta.

Burton R. Clark, 2001, Creating Entrepreneurial Universities:Organizational Pathways of Transformation, IAU Press, Netherdlands.

Daniel Goleman, 2002, Emotional Intelligence, terjemah: T. Hermaya, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Dewi Irma, 2007, dalam “Lulusan PT Butuh Soft Skill,”www. Pikiran_rakyat.com, edisi Juni 2007.

DGHE, 2003. Higher Education Long Term Strategy (KPPTJP – HELTS 2003-2010), www.diknas.co.id

Erbe Sentanu, 2008, Quantum Ikhlas: Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

James J.F. Forest and Philip G. Altbach, International Handbook of Higher Education: Global Themes and Contemporary Challenges.Springer, Netherlands.

Michael Shattock, 2003, Managing Successful University, McGraw-Hill, NY.

Nurudin, 2004, dalam “Menggugat Pendidikan Hard Skill,” www. Pikiran_rakyat.com, edisi Juni 2007.

Stephen R. Covey, 1994, The Seven Habits of Highly Effective People, terjemah: Budijanto, Bina Rupa Aksara, Jakarta.
Read More

28 March 2019

Cara Selamat Dunia Akhirat Dalam Berwirausaha

Cara Berwirausaha

By: Yafiz

Beberapa waktu  lalu, saya diminta menjadi salah satu pembicara dalam sebuah seminar bertajuk “Motivasi Wirausaha” di sebuah kota Kabupaten. Seminar yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan tambang besar ternama di Kalsel ini, mengundang tiga orang pembicara dengan peserta seluruhnya UKM binaan perusahaan ini, dalam rangka CSR nya.

Untuk mengawali presentasi saya, saya membuka dengan sebuah pertanyaan sederhana berikut: jika sekarang ini Bapak/Ibu sekalian sudah berhasil memiliki penghasilan cukup, bahkan berlebih untuk membiaya kehidupan sehari-hari, telah memiliki rumah, mobil, biaya pendidikan anak-anak tidak ada persoalan, pokoknya sudah nyamanlah hidup Bapak/Ibu, lalu sekarang ini tiba-tiba mendapat hadiah uang bersih sebesar Rp. 50 juta rupiah, apa yang akan Anda lakukan dengan uang itu? Jawablah dengan memilih satu di antara jawaban berikut:

*Ditabung
*Naik Haji
*Menambah Modal Usaha.

Dari sekitar 50 orang peserta, terdapat jawaban beragam berikut. Yang menjawab no 1 yaitu: ditabung, sebanyak 11 orang. Yang menjawab no.2: naik haji, sekitar 20 orang, dan yang menjawab no. 3: menambah modal usaha: 3 orang! Selebihnya, tidak menjawab.

Lalu untuk feedback dari jawaban tersebut, saya jelaskan begini: di ruang ini yang selamat dunianya ada 11 orang, yang selamat akhiratnya ada 20 orang, dan hanya 3 orang yang selamat dunia dan akhiratnya. Selebihnya tidak jelas nasibnya. Peserta tertawa berderai mendengar itu. …………..

Kemudian saya jelaskan bahwa semua tidak salah, karena itu adalah pilihan masing-masing. Dan hidup ini memang pilihan. Hanya saja setiap pilihan kita selalu ada konsekuensinya dan berujung pada tindaklanjut untuk setiap konsekuensi dan keadaannya. Setiap jawaban juga dapat menggambarkan cara berpikir seseorang, karakternya, bahkan nasibnya. Bukankah dari pikiran akan berbuah tindakan, tindakan akan berbuah kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter, dan karakter  akan berbuah nasib?

Bagi orang yang sudah cukup pemenuhan kebutuhan hidupnya,  atau dengan kata lain mapan secara ekonomi, bukanlah hal aneh bila kemudian ketika mendapat uang kaget yang besar, ia akan memilih menabungkan saja uang itu. Untuk berjaga-jaga, karena masa depan kan tidak pasti, bahkan penuh risiko kegagalan? Berbeda dengan orang yang berani mengambil risiko, biasa dengan ketidakpastian, ia akan mencari alternatif pilihan selain menabung. Pilihan naik haji, adalah alternatif yang sangat menarik bagi setiap muslim yang sudah mapan hidupnya. Karena ini akan menjadi ‘sangu’ yang sangat besar untuk keamanan di akhirat kelak, di samping itu bukankah naik haji merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu? Di depan Ka’bah ia bisa merasa sangat dekat dengan Sang Maha Pencipta, Maha Pengampun, dan Maha Pemurah. Disanalah ia akan memohon ampunan atas segala dosanya yang telah lalu, memohon dikabulkannya hajat, termasuk rejeki. Dan berdoa di tanah suci, yakin akan dikabulkan segala permohonannya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, banyak orang yang naik hajinya sampai berkali-kali, karena ia mampu.

Bagaimana dengan alternatif pilihan ketiga? Bagi seseorang yang sudah merasa cukup  pemenuhan kebutuhan duniawinya, dia akan mencoba mencukupi kebutuhan untuk akhiratnya. Itu adalah rumus sederhana dan sangat umum. Tetapi kenapa kita tidak memilih melakukan sesuatu yang memenuhi kebutuhan dunia dan sekaligus kebutuhan akhirat dalam satu waktu yang sama? Pilihan berwirausaha merupakan salah satu yang paling pas untuk ini. Mengapa? Dengan berwirausaha Anda akan memiliki usaha yang akan mempekerjakan orang lain sebagai karyawan, membuka kesempatan kerja, menambahkan peluang baru bagi para suplier atau produsen langganan Anda, peluang berputarnya roda ekonomi di lingkungan Anda, menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan di lingkungan Anda berusaha. Coba Anda hitung berapa orang yang akan mendapat berkah dari usaha Anda? Dapatkah Anda bayangkan betapa banyak orang bersyukur dan berterima kasih atas usaha yang Anda jalankan, mereka akan membalasnya dengan mendoakan Anda dan keluarga. Pemerintahpun akan berterima kasih, karena Anda telah membantu memecahkan masalah-masalah sosial di lingkungan Anda. Dan Allah SWT tersenyum melihat tindakan Anda. Dengan menambah modal usaha, usaha Anda akan semakin besar, semakin berganda hasilnya, semakin banyak Anda berperan untuk kepentingan orang banyak. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Seorang wirausaha sejati tidak mengejar kekayaan. Dia getol memperbesar usaha, mencari peluang-peluang baru, karena orientasinya adalah pertumbuhan. Tetapi semakin tumbuh usahanya, semakin besar penghasilannya. Jadi kekayaan bukanlah tujuan, tetapi akibat dari pertumbuhan usaha tadi.  Semakin mampu Anda, kelak, semakin banyak peluang Anda naik haji berkali-kali, bahkan mungkin mengajak orang lain sekalian.

Jadi, usaha Anda adalah sebuah proses ibadah yang luar biasa bermanfaat bagi orang lain. Jika, tentu saja usaha itu dijalankan dengan benar dan tidak melanggar syariat agama. Bukankah ini memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat Anda?

Bagaimana pendapat Anda?
Read More

Thanks Richard, Your Story Did, Really Inspired Me

Thanks Richard, Your Story Did, Really Inspired Me

Saya mempunyai seorang teman baik. Kenal dari Online/Internet beberapa bulan yang lalu. Pertama kali saya kenal, saya tahu bahwa Richard adalah seorang pebisnis online yang sangat sukses.

Betapa tidak, ia mempunyai 5 website penjualan dengan produk ebook yang ditulis sendiri, dan ia dikenal sebagai salah satu Pebisnis Online paling sukses di Asia. Apalagi di Malaysia, negara dimana ia lahir dan tinggal.

Nama lengkapnya Richard Quek, Menikah dengan Nancy Quek dan mempunyai 3 orang anak yang cakep cakep dan cantik.

Saya diundang Richard datang ke Malaysia, karena Richard sedang membuat sebuah seminar besar di Genting Island. Wow tempat yang sangat bagus dan eksotis di Malaysia.

Akhirnya setelah beberapa kali chatting dengan Richard saya putuskan untuk berangkat. Saya ingin kenal lebih dekat dengan sosok yang saya kagumi karena pencapaian nya di dunia Internet menginspirasi saya. Dan saya juga ingin seperti dia.

Akhirnya saya berkenalan dan tinggal dirumah Richard dan sempat mendengar banyak hal, berdiskusi, dan kenal langsung tatap muka dan melihat banyak hal tentangnya, rumahnya, gerak geriknya, kenal dengan ke 3 anaknya, bercakap cakap dengan Nancy, bahkan kenal dengan orang yang membantu dirumahnya yang asalnya dari Indonesia.

20 Tahun sebagai seorang Acountant, Richard baru merasa cukup dan ingin belajar atau menekuni sesuatu yang lain. Ia juga ingin pindah dari kota dimana selama ini tinggal,Trengganu.

Pindah ke Johor Baru, Richard benar benar harus memulai sebuah karir yang sama sekali baru, karena ia meninggalkan karirnya yang lama, Ia cukup sukses sebagai acountant, pernah menjabat sebagai ketua Rotary Club di Trengganu, mencapai peringkat Pearl Direct di sebuah perusahaan Network Marketing, dll.

Namun ia sudah merasa cukup lama disana, dan ia ingin memulai sesuatu yang baru. Sayangnya ia memilih bidang yang kurang tepat. Richard, berinvestasi di pasar Saham yang besar resikonya. Uang simpanan nya habis dalam sekejab dan ia pun tidak berhenti, karena Richard bukan orang yang mudah menyerah.

Ia memulai lagi bermain saham, bahkan ia menggunakan uang pinjaman. Dan ia pun kalah lagi. Sampai 3 kali mengalami hal ini, akhirnya Richard memutuskan untuk tidak lagi melakukan itu.

Richard harus memulai segalanya dari awal, karena uang pun saat itu dia tidak punya dan dalam keadaan berhutang sangat banyak. :)

Dan tambahan lagi, usianya saat itu sudah diatas 40 tahun, masih muda? Ya, Tapi lebih muda kebanyakan dari teman teman disini. Untuk memulai usaha yang baru di usia diatas 40 tahun merupakan sebuah tantangan yang sangat menggairahkan bukan? :)

Richard kemudian datang ke seminar seminar sukses di Malaysia yang marak di tahun 2000 an. Salah satu seminar yang dia datangi adalah Unleash The Power Within nya Anthony Robbins, kemudian Money and You.

Di seminar Money And You, Richard duduk bersebelahan dengan anak muda, yang usia nya jauh dibawah Richard, namun ketika mereka berkenalan, Richard cukup surprise mengetahui bahwa si anak muda sudah menulis sebuah buku, sementara Richard belum.

Richard mengajak anak muda ini minum kopi dan mentraktirnya, supaya ia dapat mengorek banyak hal tentang menulis buku dari anak muda ini.

Sepulang dari seminar itu, dimana ia bertemu dengan si anak muda, Richard mulai menulis sebuah buku. Bukunya bagus sekali, judulnya: Cappuccino Success. Anda bisa melihat nya di Cappuccino Success, Inspirational Quotes and Motivational Stories for Success

Buku itu berisikan 101 cerita motivasional yang sangat menggugah, cerita cerita ini kemudian dijelaskan maksudnya oleh Richard dengan sangat elegan di setiap akhir sebuah cerita. Buku yang sangat bagus, saya sudah membacanya 3 kali.

Setelah buku ini, Richard berhasil menulis 9 buku yang lain dalam jangka waktu 3 tahun, dan kini ia sudah menulis 10 buah buku, di bidang motivasi, network marketing, internet marketing. 6 dari buku nya juga dijual secara online dalam bentuk ebook.

Di tahun yang sama ketika Richard rajin datang ke seminar, Richard juga mulai belajar secara otodidak: bisnis internet. Dalam waktu beberapa tahun saja, Richard menguasainya dan di tahun 2002 Richard mulai membuat seminar Internet Marketing di Malaysia dan Singapura. Untuk setiap peserta mereka membayar sampai $1500.

Richard kemudian dikenal sebagai salah seorang Internet Marketing sukses di Asia.

Ebook ebook dan program belajar/seminarnya kemudian dijual juga dalam format video dan audio, pembelinya meliputi berbagai negara. Termasuk saya diberikan sebuah paket gratis senilai $400 ketika saya datang kesana. :), Thanks Richard.

Tahun 2003 - 2004 Richard kemudian sambil menekuni bisnis Network Marketing yang dalam 3 tahun selanjutnya membawa Richard menjadi salah satu Leader sukses di Asia di bisnis tersebut.

Blog Richard bisa anda temukan di: Richard Quek

Usia Richard ketika memulai Internet Bisnis nya sudah diatas 40 tahun dalam keadaan berhutang dan beralih profesi, dia memulai dari 0, dan kini di usia 56 tahun Richard adalah salah seorang yang sukses yang saya kenal. Kehidupan nya bisa dikatakan sangat baik. Dia bisa pergi kemana dia suka, Rumah yang ditinggali sangat layak, mobilnya pun sangat baik, ia menginspirasi banyak orang lewat bukunya dan bisnis network marketing nya.

Richard pernah bilang ke saya: Kus, usia kamu saat ini masih sangat muda, kamu 22 tahun lebih muda dari saya sekarang, jika kamu lakukan dengan sungguh sungguh apa yang kamu putuskan untuk menjadi bagus, maka kamu bisa mencapai lebih dari saya dalam usia yang lebih muda. Bayangkan Kus, 22 tahun itu waktu yang cukup lama untuk menjadi bagus dalam sesuatu hal. Do it man, Give it your best! You can do it, If I can do it! You deserve your best!

Thanks Richard, sampai perjalanan ke Bandara KL pun saya diantar Richard dan istrinya. Wah saya merasa sangat terhormat Richard. Anda seperti kakak atau orang tua saya sendiri. Anda benar benar rendah hati! Thanks again Richard. Sukses terus melimpahi Anda sekeluarga, saya doakan! 
Read More

26 March 2019

Saya Bukan S1 Tapi Saya Mau Belajar, apakah cukup?.

Saya Bukan S1 Tapi Saya Mau Belajar, apakah cukup?

Saya bukan S1, bukan sarjana, saya pernah kuliah, namun saya nggak selesaikan. Alasan nya? Karena saya ambil kuliah malam dan dosen nya jarang datang, ditambah lagi karena saya siangnya bisnis dan sudah merasakan hasil yang lumayan besar.

Akhirnya saya merasa kenapa saya harus meneruskan kuliah sementara berbagai ilmu praktis saya bisa dapatkan dari buku buku self improvement, motivasi, kesehatan praktis, investasi praktis, dan 101 bidang lainnya.

Sebenarnya alasan diatas bukan alasan yang sebenarnya, alasan sebenarnya adalah karena saya merasa saya bisa mencari uang dan bisa mendapatkan ilmu praktis mengenai apapun yang saya ingin perdalam dari buku atau kursus atau seminar.

Saya tahu tidak semua dari anda pembaca setuju dengan tulisan diatas. Dan saya tidak menyalahkan anda. Bahkan saya sangat setuju.

Waktu itu saya berpikir bahwa jika saya akan lanjut Kuliah maka saya harus sekalian saja kuliah di Luar Negeri, atau paling tidak kuliah di perguruan tinggi yang benar benar berkualitas tinggi. Sementara tempat saya drop out dulu kualitasnya biasa saja bahkan terkenal karena dosen nya jarang datang.

Bisa dikatakan saya cukup kutu buku, saya membaca banyak buku-buku motivasi dan beberapa tahun terakhir banyak membaca buku buku yang berkaitan dengan internet marketing.

Dari apa yang saya baca dari banyak kisah sukses, saya yakin bahwa gelar itu juga penting, walau sebagian juga mengatakan bahwa gelar tidak harus. Tentu ada yang setuju dan banyak juga yang tidak. Namun yang saya ingin tekankan adalah: Budaya atau pengalaman selama Kuliah itu menurut saya lebih penting. Seperti yang dikatakan oleh  Merry Riana di bukunya A Gift from A Friend ( ini kutipan nya ):

” Bagi saya, memiliki pendidikan formal adalah suatu kelebihan. Meskipun bukan suatu keharusan untuk menuju sukses, pendidikan formal akan tetap menjadi suatu kelebihan dalam jangka panjang. Apa yang anda pelajari mungkin tidak penting, tetapi waktu yang anda lalui dalam pendidikan formal tersebut akan mendukung anda dalam berbagai cara di perjalanan kewirausahaan anda. ”

Ditambahkan oleh Merry:

” Jadi, untuk anda semua yang masih sedang belajar, jangan mengabaikan pendidikan anda.  Selesaikan pendidikan Anda dan hanyalah berkonsentrasi penuh pada perjalananan kewirausahaan, setelah anda menyelesaikan pendidikan anda. Percayalah, Anda tidak akan menyesal! ”

Saya sangat setuju dengan perkataan Merry diatas. Pengalaman Merry kuliah di Singapore, tentu teramat menyenangkan seperti yang dikatakan nya, ” Setelah mempelajari tehnik selama 4 tahun, saya terbantu untuk berpikir dengan lebih logis dan menjadi orang yang sistematis. ”

Terlebih Merry dapat belajar banyak dan mempraktekkan bahasa Inggris nya selama di Singapore.

Itu masukan bagus bagi teman teman yang ingin melanjutkan kuliah, sedang akan mau kuliah atau sedang memutuskan untuk kuliah diluar. Jika kesempatan dan waktunya ada, kemauan dan kemampuan juga menunjang: perjuangkan lah untuk mengambil kuliah di tempat terbaik, di perguruan yang berkualitas sekalipun itu harus tinggal diluar negeri.

Tantangan dan pelajaran yang akan anda dapatkan sungguh tak ternilai harganya.

Namun untuk yang nggak sempat, tidak ada biaya, atau terlanjur DO dari kuliahnya seperti saya? menurut saya, kemauan untuk terus belajar yang anda miliki, untuk terus improve dan belajar baik dari orang yang sudah sukses, dari seminar maupun buku, adalah hal terbaik yang bisa anda lakukan dan miliki.

Banyak buku yang menulis: bahwa kebanyakan orang di dunia ini, merasa sudah cukup banyak tahu dan cukup belajar ketika mereka sudah keluar dari perguruan tinggi. Mereka tidak lagi improve dan terus belajar. What a pity?

Sebaliknya, dari orang orang yang tidak beruntung untuk lanjut sekolah tinggi, banyak dari mereka yang belajar otodidak dengan gigih dan maju terus untuk menjadi pengusaha pengusaha sukses di dunia. Kuncinya? Kuliah atau tidak, kemauan untuk terus belajar, untuk terus berubah dan terbuka itu harus ada.

Thanks buat Jasmine teman baru saya yang mengingatkan saya bahwa jika mungkin, dia akan memilih pasangan hidup yang S1, darisana saya mengerti sesuatu yang akhirnya saya tuliskan berupa postingan ini. Bagaimana menurut teman teman sekalian? silahkan post comment anda dan saya akan dengan senang membaca dan menanggapinya.
Read More

25 March 2019

Ternyata Ngeblog Itu Asyik dan Bikin Ketagihan

Ternyata Ngeblog Itu Asyik dan Bikin Ketagihan

Sebenarnya sudah 1 tahunan saya tahu bahwa banyak teman teman di Indonesia yang suka Online mereka rajin ngeblog dan sudah mendapatkan income yang cukup luarbiasa.

Sayangnya selama itu, belum cukup alasan atau benefit yang menguatkan saya untuk mulai ngeblog. Mungkin karena segala sesuatu itu ada waktunya yah, jadi sekarang lah saya baru siap untuk ngeblog dengan serius dan konsisten.

Oyah, ada beberapa hal yang memberatkan saya untuk mulai ngeblog saat itu, saya akan share buat anda sehingga jika anda mempunyai kendala yang sama untuk tidak ngeblog paling tidak saya bisa memberikan timbangan yang baik kenapa anda juga mesti segera ngeblog sekarang ini.

Sebagai blogger baru dan orang Internet lama, ini lah yang menghambat saya waktu itu:

  1. Saya Pikir ngeblog itu ngga mudah. Nah mindset lagi nih. Belakangan setelah runing beberapa iklan baris yang menggunakan wordpress ( mesin nya blog yang paling populer ). Wah ternyata ngeblog itu cukup mudah toh? :0
  2. Saya pikir waktu itu, wah saya harus trus menerus nulis, apalagi saya lihat satu blog bisa mendapatkan komentar dari pembaca nya sampai banyak sekali. Beberaoa blog yang sudah populer, setiap pemilik blog nya ngepost, bisa mendapatkan komentar sampai puluhan bahkan ratusan.Padahal sebagai admin yang baik, tentu kita harus menghargai komentar tersebut dan paling tidak membahas sebagian. :) Nah waktu itu saya pikir, itu terlalu banyak kegiatan sebagai seorang blogger.

Sebenarnya cuma dua alasan itu saja kenapa saya tidak kunjung ngeblog. :o Nah inilah yang saya rasakan sekarang setelah saya mulai ngeblog dengan sungguh sungguh dan rajin:

1. Ngeblog tuh asyik, karena kita bisa belajar sharing atau bercerita mengenai diri kita. Sebagai jurnal blog sangat baik untuk menumpahkan semua cerita anda, harapan, pengalaman, kisah sukses, kisah sedih dll selama anda mau menceritakan nya.

2. Ngeblog bagus banget dipakai sebagai sarana menciptakan komunitas kita sendiri.Jika saya mampu menciptakan banyak komunitas orang yang membaca postingan saya dan mereka kemudian memberikan komentar, dan terbiasa datang ke blog saya, maka saya sebenarnya ibarat sudah mempunyai pembaca setia, dan karena mereka merasa senang membaca blog saya, maka mereka cukup trust dengan saya, dan jika saya mempromosikan sesuatu kepada mereka, maka saya yakin banyak dari mereka akan membeli lewat saya, yang pada giliran nya saya akan mendapatkan pemasukan.

Jadi ngeblog juga sarana promosi yang baik bukan?Tidak heran, orang yang sudah ngeblog cukup lama, blog nya dapat kedatangan pengunjung sampai ribuan orang perhari. Amazing kan? Udah kayak Blognya selebriti aja deh, lebih malah. :o

3. Blog juga sangat disukai oleh search engine ( mesin pencari ).Keuntungan orang yang rajin ngeblog, robot dari search engine akan sering datang berkunjung dan meng crawl isi dari blog kita, next time saya akan jelaskan sedikit mengenai search engine, seperti Google.com, Yahoo.com, Msn.com.

Nah jika kita mempunyai banyak content di website atau blog kita maka kedepan nya, pintu masuk untuk orang menemukan alamat web/blog kita menjadi sangat banyak, selain mendapatkan kunjungan dari pembaca setia, kita akan mendapat banyak kunjungan dari pembaca yang baru yang menemukan blog kita dari search engine. Sebagian dari anda mungkin menemukan blog ini dari search engine bukan? :0

Seperti kita ketahui membangun sebuah website atau blog itu sebenarnya mudah, tapi mendatangkan banyak kunjungan tertarget itu yang tidak mudah. Dengan blog yang di update secara konsisten, kunjungan itu juga harusnya mudah. Buat saya, saya yakin mudah, selama saya terus aja ngeblog.

4. Ngeblog ternyata adalah sarana berlatih menulis yang sangat baik. :o
Saya sering baca, bagaimana orang orang yang awalnya sama sekali nggak percaya diri untuk mulai ngeblog, karena merasa dirinya tidak bisa menulis dan tidak bakat menulis, serta tidak tahu apa yang akan ditulis. Namun ketika dia memaksakan diri untuk terus ngeblog, maka ide ide itu terus mengalir, dan selanjutnya tinggal sejarah, tulisan nya menjadi bagus, terarah, tajam dan begitu bisa dinikmati.

Bayangkan dari tadi saja saya sudah menulis sebarapa panjang, ternyata anda masih mengikutinya bukan? :)

Itu artinya tulisan ini asyik dan bisa dinikmati bukan? Kok bisa? padahal awalnya saya juga nggak yakin saya punya ide untuk dibagikan dan diceritakan sepanjang ini. :o

Saya yakin karena saya sedang berbagi, maka saya meletakkan fokus bukan ke saya lagi melainkan kepada anda sebagai pembaca. Dan itu membuat saya nyaman dan senang menuliskan nya karena saya tahu saya sedang memberi ilmu yang saya tahu dan pelajari.

Oyah, tahukah anda bahwa kegiatan yang akan anda hadapi jika ingin menjalankan bisnis di internet secara serius akan banyak sekali berhubungan dengan menulis? Baik itu menulis Blog, Newsletter ( email berkala yang terkirim kepada orang yang meminta nya ). Menulis bahan Follow Up, menulis iklan, menulis kalimat penjualan dll.

Walaupun keahlian menulis bisa didapat dari menyewa atau membeli dari orang lain, namun selayaknya kita perlu bisa dan menjadi bagus juga dalam menulis jika ingin sukses di bisnis online.

Dan Ngeblog adalah media latihan yang bagus sekali. Sekarang saya menikmati sangat kegiatan menulis dan percaya diri bahwa saya juga berbakat menulis. Bagaimana dengan Anda?
Read More

23 March 2019

Rahasia Menjadi Orang Sukses, By Ruben Gonzales

Rahasia Menjadi Orang Sukses, By Ruben Gonzales

Dua malam yang lalu saya pergi ke Gramedia bersama teman sekolah saya Mulyadi. Niatan mau membeli sebuah buku motivasi dan prinsip sukses yang saya sudah incar sejak lama.

Buku itu: The Success Principles, karangan Jack Canfield, bagi teman teman yang sudah membaca nya silahkan share di bagian comment dari postingan ini.

Buku ini lumayan tebal dan yah tentu harganya juga lumayan, Rp. 150.000 Namun bukan harganya yang membuat saya belum juga membeli, melainkan tebalnya, saya hanya berpikir apakah saya akan habiskan, apakah buku itu worth it, karena sebelumnya ada beberapa buku tebal juga yang saya beli namun hanya sekali saja dibaca.

Apakah ini akan menjadi buku classic yang saya akan baca berulang ulang kali seperti buku buku best seller lainnya?

Pengulangan itu adalah induk dari kesuksesan, itu yang saya pelajari, oleh karena itu, jika sebuah buku itu bagus, maka tidaklah cukup membaca hanya sekali saja, perlu lagi dan lagi dan lagi.

Jika bertemu dengan sebuah buku yang sangat bagus, maka saya bisa balik kembali membaca nya sampai berkali kali bahkan puluhan kali, tidak jarang saya kehilangan sebuah buku dan kemudian membeli sebuah buku yang sama kembali.

Bahkan jika tidak hilang sekalipun saya mempunyai buku kembar, dimana saya membeli dua, satu untuk adik dan satu untuk saya.

Tehnik lain yang saya pelajari adalah: memberikan coretan pada buku yang bagus yang saya baca. Coretan/garis bawah akan membantu saya fokus dan mendapat lebih banyak dari apa yang saya baca.

Saran bagus yang lain ketika membaca buku adalah dengan sering sering berhenti dan mencatat ide yang didapat. Memberikan tulisan disekitar buku juga ada metode yang baik dalam mengambil nilai yang banyak dari sebuah buku.

Nah kembali ke Gramedia, akhirnya saya putuskan membeli buku nya Jack Canfield tadi. Dan ditambah sebuah buku: ” Rahasia Menjadi Orang Sukses, karangan Ruben Gonzales, boy bukunya tipis banget cuman 64 halaman, namun sangat powerful.

Sekilas mengenai Ruben Gonzales:

Ruben adalah atlet luge ( seluncur es ) yang 3X terpilih mengikuti olimpiade. Ketika atlet lain mulai berlatih di usia 12,  ia pertama  kali mencoba  menaiki luge  di usia 21;  saat berumur  39,  ia  masih berlomba di olimpiade untuk ketiga kalinya. Ia pembicara motivasional di berbagai koneferensi dan pertemuan di seluruh dunia. Dan seterusnya…

Dari apa yang bisa kita baca dari perkenalan diatas, tentunya sudah kebayang bahwa buku itu bagus bukan?

Sementara buku satunya lagi, The Success Principles masih belum habis saya baca, lebih mendalam dan berisi hampir segala prinsip yang diperlukan untuk orang bisa sukses hasil kompilasi dari pengalaman hidup Jack Canfield, co author dari buku buku serial Chicken Soup yang sangat fenomenal dan terkenal.

Kali berikutnya saya akan share, prinsip prinsip apa saja yang paling kena dan saya suka, sementara semua yang sudah saya baca mengatakan bahwa buku ini  sangat bagus dan membumi. Sangat bisa diterapkan.

Buat apa mencari cari sendiri prinsip sukses dalam hidup, jika prinsip prinsip itu sudah disediakan di sebuah talam perak untuk kita nikmati di perjamuan makan malam kita sendiri.

Memang benar bahwa informasi saja tidaklah cukup untuk menjadi sukses, perlu ada terapan atau tindakan, kita perlu mengambil makanan yang disuguhkan dan mengunyahnya. Namun demikian dengan sebuah peta jalan yang benar, lengkap, dan pernah dilalui oleh sang maestro, ditangan anda, maka perjalanan anda menuju sukses akan jauh lebih bisa dinikmati dan lebih nyaman dan cepat!

Sila cari di Gramed, dan selamat membaca kedua buku yang saya dan banyak direkomendasikan diatas.  :) Anda tidak akan menyesalinya!
Read More

20 March 2019

Gambaran Besar Sukses di Bisnis Internet (Online)

Gambaran Besar Sukses di Bisnis Internet (Online)

Jika anda saat ini sedang berjuang untuk membangun bisnis online, berikut adalah apa yang saya pelajari, gambaran besar untuk sukses di internet, secara singkat apa saja yang harus anda lakukan:

1. Miliki sebuah produk/jasa.

Sederhana bukan? jika ingin sukses dari bisnis di internet, pertama kita perlu memiliki sebuah produk/jasa. Apa yang mau dijual secara online? Internet hanya sebuah MEDIA untuk mempromosikan apapun produk atau jasa yang kita miliki. Tidak beda dengan koran atau televisi.

Bedanya, di Internet biaya promosi jauh lebih murah dibandingkan dua media yang saya sebutkan sebelumnya.

Jika anda tidak punya produk/jasa untuk dijual secara online, anda masih bisa menjual produk orang lain atau menjadi affiliate marketer atau reseller dari produk buatan orang lain. Tetapi jika anda ingin sukses lebih besar, maka mempunyai produk/jasa anda sendiri adalah sebuah syarat mutlak.

Riset yang mendalam dapat dilakukan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan di internet, sehingga anda bisa membuat, menyediakan produk/jasa sesuai dengan apa yang orang inginkan.

2.  Membuat website yang menjual sebagai tempat display produk/jasa anda.

Sederhana untuk dimengerti juga bukan? Jika sudah ada produk/jasa maka anda tinggal membuat sebuah website tempat produk/jasa anda itu dipajang. Website ibarat sebuah toko, atau seorang salesman yang tidak pernah tidur, tidak pernah tutup dan tidak pernah complain.

Tanpa digaji pula. Dia akan terua melayani pembeli yang lewat didepan website anda setiap harinya. Nah latihlah salesman anda ini supaya dia bisa memaksa setiap orang yang lewat supaya mengeluarkan uang di dompetnya dan membeli produk/jasa anda. :) Bisa dong, bisa dipelajari.

3. Automatiskan segalanya.

Sederhana juga bukan untuk dimengerti? Apa saja yang perlu diotomatiskan teman?

- Otomatiskan sistem pembayaran, sehingga ketika anda sedang tidak ada di tempat pun bisa terjadi transaksi penjualan melalui website anda, dengan atau tanpa anda. Sistem pembayaran yang bisa dipertimbangkan adalah dengan paypal ( sudah bisa di Indonesia ).  Egold, atau 2 checkout.

Jika tidak menggunakan system pembayaran diatas, anda bisa menerima pembayaran dengan transfer rekening bank seperti biasa nya, namun dengan cara ini masih belum bisa 100% otomatis dikarenakan calon pembeli harus mengkonfirmasikan pembayaran nya dan anda harus mengirimkan produk/jasa yang dibeli.

- Otomatiskan sistem Follow Up anda.
Pembelian di Internet, sangat jarang terjadi dari sekali melihat sebuah website, melainkan perlu sampai 7 kali bahkan lebih dilakukan follow up sampai prospek tertarik untuk membeli. Enaknya memberikan follow up banyak kali seperti ini mudah dilakukan secara online. Anda tinggal menangkap email dan nama mereka lalu menjelaskan secara bertahap mengenai produk/jasa anda via email.

Jika mereka mengerti bahwa produk/jasa anda memang bermanfaat bagi mereka, maka cepat atau lambat akhirnya sebagian besar dari mereka akan membeli.

4. Belajar mendatangkan banyak pengunjung ke website anda ( Traffic ).

Sederhana juga untuk dimengerti bukan? Kalau mau laris jualan nya yah datangkan banyak pengunjung. Kalau di dunia offline tempat atau lokasi itu sangat penting, bayangkan saja anda berjualan topi dipinggir kuburan, maka calon pembeli anda adalah orang orang yang kepanasan ketika berada disana. Namun jika anda membuka toko topi anda di sebuah Mall yang besar dan ramai, maka jumlah topi yang laku akan jauh lebih banyak.

Tehnik mempromosikan alamat website anda ( Toko anda ) ada banyak. Bisa secara online dan offline diantaranya:

Online: Iklan baris, mailing list ( bukan meiling anak tetangga), search engine, memberikan testimonial, opt in list, membuat blog, banner dll.

Offline: Memakai kaus dengan bordiran alamat website anda, memakai topi dengan banner website anda, sebar brosur sambil naik dokar, teriak teriak dari tugu monas, pasang iklan di majalah bobo/koran dlsbnya. :p see ada banyak sekali cara kreatif mempromosikan website anda.

Nah gitu deh, jika anda bagus di ke semua step diatas, maka membangun bisnis online yang menguntungkan itu adalah sangat mungkin dan BISA!. Kuncinya, maukah anda belajar dan menguasai semua langkah2 diatas?
Read More