Showing posts with label Finansial. Show all posts
Showing posts with label Finansial. Show all posts

11 February 2019

5 Cara Mengatur Uang (Finansial) Dalam Sehari-Hari

Uang, mengatur uang, menyisihkan uang
Mengatur Uang

Mengatur Uang Dalam Keseharian- Perencanaan keuangan adalah langkah yang wajib kita pertimbangkan setiap hari. Cara mengatur uang atau pengeluaran dan finansial sebenarnya tidak sulit, cukup belajar dari para perencana keuangan saja. Saat ini banyak referensi yang memberikan informasi mengenai masalah tersebut, meski terkadang sulit untuk dijalankan karena begitu banyak godaan.

Sebenarnya Apa yang dimaksud dengan perencanaan keuangan atau finansial planning? Mengutip salah satu perencana keuangan top Indonesia, Prita Ghozie, perencanaan keuangan adalah sebuah proses dimana seorang individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansial melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan (financial plan) yang komprehensif.

Setelah melihat definisi di atas, maka perencanaan keuangan itu secara konsep merupakan suatu aktifitas yang terdiri dari beberapa elemen.

Artinya, kalau seseorang bisa dengan bangga menyatakan “Yes, I am doing financial planning now”, maka dia harus punya beberapa hal berikut:

  • Harus ada tujuan-tujuan finansial yang mau dicapai
  • Harus ada jangka waktu atau periode untuk memenuhi tujuan tersebut
  • Harus ada action plan yang jelas dan praktis untuk dilakukan
  • Harus ada sumber daya yang bisa digunakan untuk menjalankan action plan
  • Harus ada sejumlah faktor resiko yang terkait dengan pilihan sumber daya.

Jika ternyata ada satu elemen saja yang hilang, maka konsep perencanaan keuangan itu sudah tidak ada alias bubar.

Mengatur Finansial Keuangan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Nah bagi yang mau belajar merencanakan keuangan untuk mengatur uang sendiri, ada baiknya kita pelajari hal berikut ini. Dengan belajar menjadi perencana keuangan sendiri, maka hasil manis bisa kita raih di masa mendatang:

1. Atur pengeluaran uang mingguan dengan rutin

Untuk keuangan pribadi, tidak perlu merencanakan keuangan secara bulanan, karena cukup dengan melakukan dan mengetahui keuangan secara mingguan saja. Dengan melakukan pengaturan keuangan secara mingguan, kita akan mengetahui dengan detail apa saja yang menjadi rutinitas dan hal apa saja yang dapat memakai uang.

Untuk melakukannya tidak perlu waktu yang lama. Kita bisa meluangkan waktu satu jam saja untuk menulis rinci, tentang pengeluaran uang. Setelah itu, lakukan perencanaan tersebut dengan rutin. Lebih baik jika menahan hasrat untuk melakukan pengeluaran uang tidak rutin yang sifatnya konsumtif.

Untuk mudahnya, bisa dengan mencatat pengeluaran keuangan dalam tiga jenis, yakni pengeluaran uang rutin tetap, pengeluaran uang rutin tidak tetap, dan pengeluaran uang tidak rutin. Untuk jelasnya, saya akan jelaskan dibawah ini:

  • Pengeluaran uang rutin tetap mencakup bensin atau ongkos transportasi, uang makan, cicilan, dan lainnya.
  • Pengeluaran uang rutin tidak tetap mencakup tagihan listrik, pulsa atau kuota internet ponsel dan juga tagihan kartu kredit.
  • Pengeluaran uang tidak rutin mencakup biaya berobat, belanja pakaian, makan di restoran, hiburan, dan lainnya.

2. Rajin membaca info tentang perencana keuangan

Ilmu akan didapat dengan banyak membaca dari berbagai sumber, begitu juga dengan merencanakan keuangan agar bisa berhasil. Di internet sendiri ada banyak artikel yang memuat tentang perencanaan keuangan dan Cara Mengatur Uang Setiap Hari.

Namun jika ingin ke toko buku, itu juga bukan masalah dan malah lebih baik karena banyak buku yang membahasnya dengan detail. Untuk itu, luangkan waktu anda selama beberapa menit untuk membacanya.

Jika bisa rutin melakukan itu dalam tiap minggunya, bukan tidak mungkin kita pun akan bisa berhasil untuk mengatur uang kita. Tentunya setelah berhasil mencerna dan mengerti akan isi bacaan tersebut.

Diera digital ini kita bisa menemukan banyak sekali sumber bacaan seputar perencanaan keuangan dan investasi.

3. Ingat peribahasa Besar Pasak dari pada Tiang

Peribahasa tersebut berkaitan dengan ekonomi yang kita dapatkan. Jika diartikan maka besar pengeluaran uang daripada pendapatan uang. Untuk itu, cobalah dalami dengan betul makna pribahasa tersebut, dan usahakan sekuat tenaga untuk melakukannya.

Sebagai langkah awal, kita bisa menghindari sebisa pengeluaran uang yang tidak rutin. Contohnya, jika selama ini kita berbelanja pakaian satu bulannya sebanyak 2-3 buah, maka bisa mencobanya hanya 1 buah saja. Begitu jua dengan makan di restoran, bisa dilakukan seminimal mungkin, dengan kelas restoran yang jauh dari high class.

4. Sisihkan uang di awal untuk tabungan

Kita akan mendapatkan pemasukan dan akan mengeluarkan uang untuk banyak hal. Namun jangan sampai kita tidak menyisihkan uang untuk di tabungkan. Menabung ini akan berguna untuk masa depan kita nanti. Uang tabungan ini juga semakin bagus bila diinvestasikan pada instrumen yang tepat.

Untuk menabung mungkin bisa dikatakan susah-susah gampang. Namun gampangnya ketika menabung itu menyisihkan sejumlah uang di awal waktu.

Kenapa harus di awal?

Karena jika hanya menunggu sisa uang dari pendapatan kita, mustahil bisa menyisihkannya dalam jumlah memadai. Dengan menyisihkanbuang di awal waktu, mau tidak mau kita akan mengeluarkan uang dengan jumlah yang telah disisihkan. Untuk menyisihkan tabungan ini cukup 10-30 persen dari pendapatan kita.

Lakukan ini dengan disiplin maka proses belajar jadi perencana keuangan sendiri sudah hampir berhasil.

5. Atur utang secara detail dan teratur

Utang memang tidak bisa dihindari dan memang jangan pernah menghindari dari utang. Sebagai seseorang yang memiliki banyak keinginan dan kebutuhan, utang sudah menjadi santapan sehari-hari.

Namun utang juga bisa bersahabat, bisa juga menjadi bumerang. Untuk itulah, ada baiknya kita atur sedemikian rupa utang tersebut dengan teratur.

Utang bisa kita bagi menjadi dua jenis, yakni Utang Konsumtif dan Utang Produktif. Utang konsumtif bisa berupa cicilan mobil, cicilan alat elektronik, dan lainnya.

Sementara itu, utang produktif bisa berupa apa saja, yang pasti ditujukan untuk kembali mendapatkan uang. Misalnya cicilan mobil yang dibuat untuk usaha, ponsel cerdas untuk berdagang, dan lainnya. Untuk jelasnya bisa anda baca lebih lanjut tenteng Perbedaan Dan Pengertian Utang Produktif Dan Konsumtif

Meski belajar jadi perencana keuangan sendiri tidak bisa dikatakan mudah, namun dengan rajin dan berusaha keras lambat laun bisa memetik hasilnya. Jadi, tidak salahnya untuk di coba.

Sumber : liputan6.com
Oleh : Nurseffi Dwi Wahyuni
Read More

Apa Itu Finansial? Pengertian Finansial (Finance)

Finansial, finance, keuangan
Finansial

Mendengar kata finansial, tentunya kita akan berpikir itu adalah istilah dalam bidang ekonomi. Ya, finansial adalah sebuah kata yang sering muncul dalam bidang ekonomi. Finansial berasal dari bahasa Inggris, yakni finance. Mudahnya, finansial juga diartikan sebagai keuangan.

Lalu sebenarnya, apa pengertian finansial itu? Mari kita lihat pengertian-pengertian dan pengembangan pemakaian kata finansial dalam bidang ekonomi. Semoga dengan ulasan berikut, Anda bisa mendapatkan pengetahuan baru atau menambah pemahaman Anda tentang ekonomi.

Pengertian Finansial

Pengertian finansial dapat mencakup beberapa aspek, misalnya ilmu keuangan dan aset lainnya, pengelolaan atau manajemen aset tersebut, dan bagaimana menghitung dan mengatur risiko proyeknya. Finansial berarti mempelajari kemampuan individu, bisnis, dan organisasi untuk mengelola, meningkatkan, mengalokasi, juga menggunakan sumberdaya moneter yang sejalan dengan waktu serta menghitung risiko dan menentukan prospek.

Finansial juga dapat berarti administrasi yang mengelola urusan keluar masuknya uang pada sebuah institusi atau lembaga. Finansial sangat bergantung pada manajemen yang baik, terkontrol, dan dapat dipertanggungjawabkan pada semua pihak yang bersangkutan. Intinya, finansial dapat diartikan sebagai segala aspek yang berkaitan dengan uang. Finansial juga berarti segala hal yang juga meliputi perputaran dan pengelolaan uang, lebih singkatnya.

Dari kedua pengertian finansial tersebut, kemudian muncul berbagai istilah yang mengandung kata finansial dan berkembang dalam bidang ekonomi. Istilah-istilah yang muncul ini kemudian memiliki makna tertentu dalam menggambarkan berbagai hal terkait finansial. Yang pertama adalah krisis finansial, yang menggambarkan berbagai situasi dimana institusi atau aset keuangan kehilangan sebagian besar nilai yang dimilikinya.

Krisis finansial dapat berwujud runtuhnya bursa efek, krisis mata uang, atau kepanikan perbankan dan resesi. Istilah yang kedua adalah kebebasan finansial berarti keadaan bebas hutang dengan penghasilan yang tetap dan cadangan yang bisa dipakai untuk kebutuhan tak terduga. Kemudian istilah yang ketiga adalah manajemen finansial. Pengertian dari istilah tersebut adalah pengelolaan terhadap fungsi-fungsi keuangan yang meliputi cara memperoleh dan menggunakan pendapatan.

Selanjutnya ada struktur finansial yang dapat didefinisikan sebagai struktur  yang menunjukkan bagaimana aktiva-aktiva perusahaan atau instansi dibelanjai. Hal tersebut menyangkut berbagai sumber pembelanjaan dan perimbangan absolut maupun relatif antara keseluruhan modal asing dengan modal sendiri dalam jangka waktu panjang maupun pendek. Istilah lain lagi yang terkait dengan finansial adalah kompensasi finansial yang diartikan oleh Siswantoro sebagai suatu balas jasa berupa tambahan uang atau bonus di luar pendapatan pokok seseorang.

Berikutnya, ada pula audit finansial yang artinya audit pengukur tingkat efisiensi, efektivitas, dan produktivitas suatu instansi. Audit ini bertugas menilai efektivitas satuan kerja pengurus keuangan perusahaan dengan nama nomenklatur apapun dan mencari fakta tentang efisiensi kerja internal satuan yang mengukur keuangan perusahaan.

Yang terakhir adalah manfaat finansial. Manfaat finansial berarti kondisi keuntungan yang diperoleh pelaku bisnis lebih besar dibandingkan dengan risiko yang akan ditanggung dalam menjalankan bisnisnya. Manfaat finansial ini biasanya ditemukan dalam mengkaji studi kelayakan bisnis.

Nah, kini kita semua bisa mengetahui lebih jauh pengertian finansial dan perkembangan istilah yang disertai kata finansial itu sendiri. Dengan memahami berbagai istilah di atas, tentunya menambah pengetahuan kita tentang berbagai istilah yang juga menjadi bagian dari bidang ekonomi. Pengertian finansial pada dasarnya meluas dan membentuk bermacam istilah baru yang memperkaya kamus ekonomi. Berkembangnya istilah-istilah tersebut juga memudahkan kita untuk menyebut beberapa fenomena, konsep, kondisi atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan finansial.

Itulah pengertian tentang finansial dalam ilmu di bidang ekonomi. Semoga bermanfaat..
Read More

10 February 2019

Pengertian Dan Perbedaan Utang Kredit Produktif Dan Konsumtif

Utang, Utang Kredit Produktif, utang kredit Konsumtif
Utang Kredit

Apa Pengertian Perbedaan Utang Kredit Produktif Dan Utang Konsumtif? - Ahli keuangan menyarankan kita untuk menghindari utang. Utang terbagi dua yaitu utang konsumtif dan utang produktif. Namun, tahukah Anda apa perbedaannya? Simak yuk, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan jenis utang dan perbedaannya!

Mengenal Utang

Pada umumnya, definisi utang adalah proses Pinjaman uang dari 1 pihak ke pihak lain, dengan imbalan yang biasanya berupa bunga yang di ambil dari persentasi utang.

Utang atau kredit dalam suatu kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang–Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992, di mana tertulis bahwa kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk mematuhi ketentuan jumlah bunga sebagai imbalan.

Seiring perkembangan zaman, harga kebutuhan hidup semakin tinggi dan peningkatannya tidak seimbang dengan peningkatan upah. Oleh karena itu lah permintaan (demand) atas utang atau kredit semakin tinggi.

Alhasil, banyak jenis-jenis utang atau kredit yang beredar di masyarakat. Sebagai contohnya:

  • Kredit berdasarkan kelembagaannya.
  • Kredit berdasarkan jangka waktunya.
  • Kredit berdasarkan tujuannya.
  • Kredit berdasarkan ada tidaknya jaminan.
  • Kredit berdasarkan besarnya perputaran usaha, dan masih banyak lagi.

Salah satunya adalah yang mengklasifikasikan kredit berdasarkan tujuannya. Berdasarkan tujuan kredit dibagi menjadi 2, yakni:

  1. Kredit (Utang) Konsumtif, dan
  2. Kredit (Utang) Produktif.

Apakah perbedaan utang konsumtif dan utang produktif? Artikel kali ini akan membahas tuntas perbedaan dari kedua utang tersebut!

Namun sebelum membahas itu, sudahkah Anda melakukan suatu perencanaan keuangan di usia Anda saat ini? Tentu akan banyak hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan saat ini dan di masa mendatang.

Lakukan perencanaan keuangan sekarang juga dan rasakan hasilnya! Jangan sampai menyesal di kemudian hari!

Jenis-jenis Utang : Utang Konsumtif

Utang konsumtif adalah jenis utang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi tanpa hasil yang produktif. Utang yang biasa digunakan untuk membeli aset yang akan mengalami depresiasi umumnya termasuk dalam utang konsumtif.

Contohnya, utang kartu kredit untuk membeli barang atau gadget terbaru untuk keperluan pribadi semata.

Sederhananya, kredit konsumtif umum digunakan sebagai pemenuhan keinginan (wants) dan mengeluarkan uang dari kantong Anda. Akan tetapi utang kredit konsumtif belum tentu selalu bersifat buruk. Pada kasus tertentu, kredit konsumtif bisa berubah dan menjadi hal positif.

Contohnya, jika barang dan gadget yang sudah dibeli kemudian digunakan untuk keerluan online shop yang menghasilkan keuntungan.

Jenis-jenis Utang : Utang Produktif

Utang produktif adalah kebalikan dari utang konsumtif. Utang produktif merupakan jenis utang yang dimanfaatkan untuk membeli suatu aset yang dapat menghasilkan pemasukan.

Utang produktif ini umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan (needs) dan sering kali malah akan menghasilkan uang ke dalam kantong Anda. Hal ini dapat terjadi karena penghasilan yang diperoleh dari hasil utang tersebut masih menghasilkan uang meski seluruh utang telah lunas.

Contoh, KPR untuk membeli suatu apartemen yang kemudian langsung laku disewakan dengan biaya sewa lebih tinggi dari cicilan KPR tersebut.

Contoh lainnya adalah saat kredit di pakai untuk modal usaha yang kemudian akan menghasilkan uang lebih banyak.

Perbedaan Utang Konsumtif dan Utang Produktif

Jadi perbedaannya utang konsumtif dan utang produktif adalah bukan dari jenis kredit atau utangnya, tetapi lebih menekankan pada cara pemanfaatannya.

Contohnya, ketika kita mengambil KPR untuk membeli rumah ada dua kemungkinan keluarannya yaitu sebagai berikut:

1. KPR akan menjadi utang produktif saat Anda menyewakan propertinya dengan pendapatan yang lebih besar.

2. KPR akan menjadi utang konsumtif ketika Anda menggunakan properti untuk kebutuhan pribadi atau membiarkannya kosong tanpa adanya penghasilan dari properti tersebut.

Jadi, semuanya kembali kepada Anda. Apakah mau menjadikannya sebuah utang konsumtif atau justru memanfaatkannya menjadi utang produktif.

Itulah pengertian utang konsumtif dan utang produktif, semoga setelah anda mengetahui jenis utang tersebut, anda bisa lebih mempertimbangkan langkah anda selanjutnya. Terimakasih...

Read More